Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Senin, 04 Juli 2011

Beternak Lovebird (bag. 1)


Akhir-akhir ini burung cinta atau lovebird banyak diminati sehingga banyak orang atau hobies yang ingin membudidayakan. Sebenarnya ada dua cara beeternak lovebird, yaitu secara koloni dan secara berpasangan. Nah, yang akan saya sampaikan di sini beternak lovebird dengan cara berpasangan, artinya menempatkan sepasang lovebird dalam satu kandang. Tulisan ini sengaja saya buat bersambung agar mudah diikuti.

Cara Membedakan Jenis Kelamin
Secara fisik jenis kelamin pada lovebird sangat sulit dibedakan. Jangan tertipu oleh lovebird yang kawin, karena lovebird yang kawin belum tentu lovebird tersebut jantan dan betina. Bisa jadi lovebird tersebut jantan semua ataupun betina semua. Cirinya adalah jika kira-kira dua minggu setelah kawin lovebird tersebut tidak juga bertelur berarti lovebird tersebut jantan semua dan sebaliknya jika kira-kira 2 minggu setelah kawin lovebird tersebut bertelur lebih dari 6 telur kemungkinan besar lovebird tersebut betina semua. Sedangkan cara yang digunakan kebanyakan orang di Indonesia untuk membedakan jenis kelamin lovebird adalah dengan cara meraba tulang supit urang (di bawah tulang dada). Jika jarak antara kedua tulang supit renggang dan terasa lentur maka lovebird tersebut biasanya berjenis kelamin betina.

Sebaliknya, jika jarak antara tulang supit sempit serta terasa keras biasanya lovebird tersebut berjenis kelamin jantan. Meskipun tidak 100% benar, tetapi cara tersebut cukup efektif. Sebenarnya ada cara yang lebih akurat, tetapi sulit dilakukan oleh peternak kita, yaitu dengan tes darah. Cara dilakukan orang-orang barat yaitu dengan jalan mencabut sehelai bulu lovebird dimana pada pangkal bulu lovebird tersebut terdapat sedikit darah yang menempel. Selanjutnya sampeh darah ini di bawa ke laboratorium yang khusus untuk meneliti jenis kelamin lovebird. Cara inilah, cara yang sangat akurat untuk menentukan jenis kelamin lovebird.

Makanan Lovebird
Di alam liar, jenis makanan yang dikonsumsi lovebird yaitu sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan dalam jumlah yang sangat banyak. Untuk Lovebird yang kita pelihara, sebaiknya jumlah makanan yang banyak mengandung lemak dibatasi. Hal ini karena keterbatasan gerak mereka di dalam kandang dibanding di alam liar. Jika terlalu gemuk, burung cenderung malas untuk bergerak dan bunyi.

Agar lovebird dapat berproduksi secara maksimal, makanan yang kita berikan harus berkualitas dan bervariasi. Demikian juga kita, kita akan bosan kalau tiap hari kita hanya makan nasi kucing Berikan sayuran segar (al: brokoli, toge, bayam, sawi, kangkung, jagung) setiap hari secara bergantian, dan buah-buahan (al: apel, pisang, papaya) 2 -3 kali seminggu. Bij-bijian harus diberikan dalam jumlah yang terbatas (kecuali Lovebird akan diternak). Seminggu sekali boleh diberikan minuman susu cair. Jangan memberi makanan seperti alpukat, cokelat dan kopi karena bisa berakibat fatal. Jika anda memberikan apel, pastikan biji buah apel sudah terbuang karena bisa menjadi racun bagi lovebird. Untuk lovebird yang sedang menyuapi anaknya bisa ditambah dengan BR1 agar perkembangan anaknya baik.

Selain menu makanan di atas, jangan lupa menyediakan pasir grit atau totok cumi di dalam kandang. Grit ini selain berfungsi untuk membantu pencernaan juga sebagai sangat diperlukan dalam proses pembentukan cangkang telur. (bersambung ke bagian 2).

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design