Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Senin, 08 November 2010

22 Gunung Berapi di Indonesia: status Waspada


Selain Gunung Merapi yang sudah meletus beberapa hari lalu, ternyata masih ada 21 gunung api di Indonesia yang berstatus waspada.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, hingga Minggu (31/10/2010) kemarin, 22 gunung api tersebut berstatus di atas normal. Semuanya masuk kategori gunung api tipe A yang berarti pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.


Ke-22 gunung api itu normal dengan status waspada, siaga, dan awas. Status waspada berarti ada peningkatan aktivitas vulkanik dengan rekomendasi aktivitas manusia di kawasan rawan bencana (KRB) II dan KRB III wajib dibatasi.

Siaga berarti prediksi peningkatan aktivitas gunung api hingga letusan dengan rekomendasi tidak ada aktivitas di KRB II dan KRB III. Status awas berarti evakuasi pengungsi pada KRB II dan KRB III seperti terjadi di Gunung Merapi. Pihak yang mengeksekusi rekomendasi ini adalah pemerintah daerah setempat.

Secara umum, ada 127 gunung api di Indonesia terdiri dari 77 tipe A, 30 tipe B, dan 21 tipe C. Gunung api tipe B berarti yang sesudah tahun 1.600 belum lagi mengalami erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan solfatra.

Gunung api tipe C berarti yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatra/fumarola pada tingkat lemah.

Gunung api tipe A di Sumatera ada 13, Jawa 19, Bali_Nusa Tenggara 23 Sulawesi 11, dan Maluku 12 gunung api. Tipe B di Sumatera ada 11, Jawa 10, Bali_Nusa Tenggara 3, Sulawesi 3, dan Maluku 2. Sedangkan tipe C di Sumatera ada 6, Jawa 5, Bali_Nusa Tenggara 5, Sulawesi 5, dan Maluku tidak ada.

Menurut Sukhyar, penetapan status normal ke waspada menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas di gunung api tersebut. Namun, bukan berarti semua gunung tersebut akan meletus. Ini berbeda dengan anak Gunung Krakatau yang terus mengeluarkan letusan kecil, meski berstatus waspada. Hal ini terjadi karena karakteristik Krakatau memang begitu.

Khusus untuk Krakatau, kata Sukhyar, pihaknya sudah merekomendasikan agar gunung tersebut jangan dulu disinggahi. Bahkan para nelayan juga diimbau untuk tidak mendekat dalam radius satu kilometer dari pantai Gunung Krakatau.

Beberapa pakar Geologi menyatakan, aktifnya ke-22 gunung di Indonesia itu disebabkan adanya lempengan bumi yang saling menghubungkan ke-22 gunung tersebut. Oleh karena lempeng di bawah merapi bergolak dan menyebabkan erupsi dan letusan yang cukup hebat, lempeng yang lain menjadi terpengaruh.

Berikut data di Badan Geologi Kementerian ESDM terkait gunung api yang berstatus di atas normal:

1. Seulawah Agam (NAD) dengan status waspada

2. Sinabung (Sumatra Utara) dengan status waspada

3. Talang (Sumatra Barat) dengan status waspada

4. Kaba (Bengkulu) dengan status waspada

5. Kerinci (Jambi) dengan status waspada

6. Anak krakatau (Lampung) dengan status waspada

7. Papandayan (Jawa Barat) dengan status waspada

8. Slamet (Jawa Tengah) dengan status waspada

9. Bromo (Jawa Timur) dengan status waspada

10. Semeru (Jawa Timur) dengan status waspada

11. Batur (Bali) dengan status waspada

12. Rinjani (NTB) denmgan status waspada

13. Rokatenda (NTT) dengan status waspada

14. Sangeang Api (NTB) dengan status waspada

15. Egon (NTT) dengan status waspada

16. Soputan (Sulawesi Utara) dengan status waspada

17. Lokon (Sulawesi Utara) dengan status waspada

18. Gamalama (Maluku Utara) dengan status waspada

19. Dukono (Maluku Utara) dengan status waspada

20. Ibu (Maluku Utara) dengan status siaga

21. Karangetang (Sulawesi Utara) dengan status siaga

22. Merapi (DIY dan Jawa Tengah) dengan status awas.

Disarikan dari berbagai sumber

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design