Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Jumat, 04 Juni 2010

Tips Menghemat Listrik di Rumah


Beberapa waktu yang lalu di beberapa kota di negara kita mengalami pemadaman aliran listrik secara bergantian. Alasannya karena suplai energi listrik menurun. Kita sebagai warga negara mungkin merasa jengkel, tetapi hal itu tidak menyelesaikan masalah. Yang perlu kita lakukan sebagai konsumen listrik PLN adalah menghemat pemakaian energi listrik itu sendiri. Dengan melakukan penghematan energi listrik, paling tidak kita mempuyai dua keuntungan. Pertama turut membantu pemerintah dalam mengamankan "stok" energi listrik nasional. Kedua, penghematan energi listrik juga berarti mengurangi biaya bulalan rumah tangga kita. Barangkali belum terlambat jika saat ini kita melakukan penghematan pemakaian energi listrik.

Berikut beberapa triks dan tips cara menghemat listrik yang baik :

1. Menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan. Rumah tangga kecil misalnya, cukup dengan daya 450 VA atau 900 VA, rumah tangga sedang cukup dengan daya 900 VA hingga 1300 VA.

2. memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan

3. Membentuk perilaku anggota rumah tangga yang berhemat energi listrik, seperti :

· Menyalakan alt-alat listrik hanya pada saat diperlukan.

· Menggunakan alat-alat listrik secara bergantian.

· Menggunakan tenaga listrik untuk menambah pendapatan rumah tangga (produktif).

Cara penggunaan peraltan listrik rumah tangga dalam menghemat pemakaian energi listrik :

1. Lemari Es/Kulkas

· Memilih lemari es dengan ukuran/kapasitas yang sesuai

· Membuka pintu lemari es seperlunya, dan pada kondisi tertentu dijaga agar pintu tertutup rapat.

· Membersihkan kondensor (terletak di belakang lemari es) secara teratur.

· Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan (tidak terlalu rendah), oleh karena semakin rendah atau dingin, semakin banyak konsumsi energi listrik.

· Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam jangka waktu lama.

2. Setrika Listrik

· Mengatur tingkat panas yang diperlukan sesuai dengan bahan pakaian yang akan disetrika.

· Mematikan setrika segera mungkin sesudah selesai menyetrika atau bila akan ditinggalkan untuk mengerjakan pekerjaan lain.

3. Televisi, Radio, Tape Recorder

Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta peralatan audio visual lainnya bila tidak ditonton atau tidak didengarkan.

4. Pompa Air

· Menggunakan tangki penampung air dan menghidupkan pompa air hanya bila air di dalam tangki hampir habis, atau menggunakan sistem kontrol otomatis.

· Akan lebih baik bila menggunakan pelampung pemutus arus otomatik, yang akan memutus arus listrik ke pompa air bila penampung/tangki air sudah penuh.

· Memilih jenis pompa air sesuai dengan kebutuhan dan yang memiliki tingkat efiesiensi tinggi.

5. Kipas Angin

· Membuka ventilasi/jendela rumah untuk mempelancar aliran udara ke dalam rumah.

· Menghidupkan kipas angin seperlunya dan mematikan bila tidak perlu lagi.

6. Pengatur Suhu Udara (AC)

· Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan. AC dengan sistem inverter lebih hemat energi dari AC sistem konvensional.

· Matikan AC bila ruangan tidak digunakan.

. Mengatur suhu ruangan tidak terlalu dingin, dengan suhu ruangan 24 derajat celcius sudah cukup dingin.

7. Mesin Cuci

· Memilih mesin cuci dengan kapasitas sesuai dengan jumlah cucian

· Memakai mesin cuci sesuai dengan kapasitasnya. Bila melebihi kapasitas, dapat menambah beban pemakaian tenaga listrik.Jangan menggunakan mesin cuci jika pakian yang dicuci hanya sedikit.

· Alat pengering sebaiknya hanya digunakan pada saat mendung atau hujan, bila hari cerah sebaiknya dijemur saja.

8. Penanak Nasi (Rice Cooker)

· Memilih rice cooker dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan.

· Meletakkan rice cooker dengan posisi tegak sehingga alat pemutus aliran listrik akan bekerja baik.

· Memeriksa selalu alat pemutus aliran listrik otomatis. Bila alat ini rusak, listrik akan terus mengalir ke elemen pemanas meskipun nasi telah matang.

9. Penghisap Debu (Vacuum Cleaner)

· Memilih vacuum cleaner sesuai dengan kebutuhan dan dengan daya secukupnya.

· Menggunakan vacuum cleaner untuk pekerjaan yang cukup berat, bila untuk pekarjaan ringan/kecil gunakan saja sapu dan alat pembersih lainnya.

· Mematikan segera vacuum cleaner apabila motor menjadi panas atau terjadi perubahan suara motor, kemungkinan terjadi sesuatu yang mengganggu kerja vacuum cleaner.

10. Lampu Penerangan

· Menggunakan lampu hemat energi. Lampu pijar lebih banyak menggunakan energi dibanding lampu TL dengan ballast elektronik.

· Menggunakan ballast elektronik dan memasang kondensator pada jenis lampu TL/Neon.

· Menyalakan lampu hanya pada saat diperlukan saja, dan padamkan lampu bila tidak diperlukan lagi.
(sumber: http://menlh.go.id)

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design