Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Rabu, 10 Maret 2010

Berawal Informasi Teroris di Aceh


Jakarta (Bali Post) - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan penggerebekan teroris di dua lokasi di Pamulang, Tangerang Selatan, hasil pengembangan para tersangka teroris yang ditangkap di Aceh Besar. ''Tangkapan yang dari Aceh kan sudah diperiksa terus-menerus. Itulah hasil pengembangannya,'' katanya, Selasa (9/3) kemarin.
Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf yang kebetulan berada di Jakarta menyempatkan diri meninjau lokasi penggerebekan. Ia mengatakan, kelompok teroris yang digerebek di Aceh dikirim dari Pamulang. ''Saya tegaskan berkali-kali orang yang ditangkap di Aceh itu berasal dari Pamulang,'' kata Irwandi di lokasi penggerebekan Ruko Multiplus, Jalan Siliwangi Blok A1, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.


Irwandi mengatakan, kelompok teroris Pamulang menginginkan Aceh sebagai daerah atau sentralnya teroris di Asia Tenggara. ''Mereka akan menjadikan Aceh sebagai basis latihan teroris,'' imbuhnya.
Karena itu, Irwandi menegaskan kelompok yang diburu di Kabupaten Aceh Besar dan Pidie bukanlah orang Aceh atau mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Teroris tersebut berasal dari Jawa. ''Alasan mengapa di Aceh, karena mereka menganggap jika terjadi keributan, nanti yang disalahkan adalah GAM,'' jelasnya.
Strategi kelompok teroris itu dinilainya keliru, karena selama setahun ini, GAM justru bekerja sama dengan polisi untuk mendeteksi keberadaan dan aktivitas kelompok teroris di Aceh. Kegiatan teroris di Aceh, menurut Irwandi, sudah tercium sejak awal tahun 2009. Mereka diduga merupakan kelompok jaringan Dulmatin.
Sehari sebelumnya, Irwandi bertemu dengan Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri membicarakan masalah teroris di Aceh. Kepada Irwandi, Kapolri menegaskan pengejaran teroris dan penindakannya tidak terkait dengan eks anggota GAM. Keduanya juga sepakat bahwa mantan anggota GAM akan mendukung penuh pelaksanaan penindakan aksi teroris.

Belum Pasti

Mabes Polri juga langsung mengumumkan inisial tiga mayat yang diduga anggota kelompok teroris. Untuk teroris yang tewas dalam bilik warung internet (warnet) sebuah ruko Kompleks Ruko Pamulang Square berinisial YI alias M. Sedangkan dua mayat dalam penggerebekan di Jalan Asem, berinisial R dan H. Identifikasi awal ini berdasarkan identitas yang melekat di ketiga mayat itu.
Menurut Kabid Humas Polri Irjen Pol. Edward Aritonang dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa kemarin, teroris yang tewas di Pamulang itu diduga terkait dengan kelompok teroris di Aceh. YI diduga sebagai pemasok senjata dan penyokong dana jaringan teroris Aceh. YI terpaksa ditembak, karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.
Dia (YI - red) membawa senjata Revolver dengan enam peluru, satu sempat ditembakkan ke arah petugas. Dalam penyergapan itu, petugas juga menemukan tujuh butir peluru dalam kantong YI.
Terkait dengan identitas YI yang diduga sebagai Dulamtin alias Joko Pitono alias Muktamar, jubir Polri ini menyatakan belum dapat memastikan. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa korban berinisial YI adalah Dulmatin, buronan teroris yang lama berada di Filipina. ''Bisa saja identitas YI itu palsu atau bisa saja dia benar adalah YI. Tetapi kebenaran identitasnya itu baru bisa dipastikan, setelah proses identifikasi DNA dalam 1-2 hari ke depan,'' ujarnya.
Selain menembak mati para anggota jaringan teroris itu, Polri juga menangkap dua lelaki berinisial BR alias AH dan ST alias I dari rumah di Jalan Asem. Para pelaku di dua tempat ini diduga kuat merupakan jaringan teroris Aceh. Selain kedua orang tersebut, aparat kepolisian juga mengamankan seorang perempuan dan tiga anak-anak yang berada dalam rumah tersebut. Mereka diduga istri dan anak-anak dr. Fauzi yang merupakan pemilik rumah mewah itu.
Diungkapkan Edward, hingga kini polisi berhasil menangkap 22 orang yang diduga sebagai anggota jaringan teroris Aceh. Sebanyak 17 orang ditangkap di Aceh dan lima di berbagai tempat di Pulau Jawa. Menurutnya, lima orang ditangkap di Jawa Barat dan Jakarta itu diidentifikasi terkait dengan kelompok teroris Aceh. Mereka diduga pemasok senjata dan dana untuk latihan semimiliter di Aceh. (kmb3/kmb4)

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design