Maklumat: INFO PLUS merupakan metamorfosis dari Ahfan 21 BLOG . . . selamat menikmati informasi

Kamis, 31 Desember 2009

Beberapa Jenis Bisnis di Internet

Banyak rekan-rekan netter (blogger) yang memperoleh tambahan penghasilan dari bisnis internet. Jika kita beruntung -karena bisnis ini gampang-gampang susah- kita bisa mendapatkan penghasilan besar dari bisnis ini, seperti Habibie (bukan nama mantan Presiden RI), yang sukses menjalankan bisnis online. Apa sajakah peluang yang bisa kita peroleh dalam bisnis internet? Beberapa di antara akan dibahas di bawah ini.


1. PTC (Paid to Click)
PTC adalah sebuah metoda bisnis via internet dimana member PTC akan mendapatkan bayaran jika member tersebut melakukan klik pada suatu iklan tertentu dan melihat-lihat iklan yang di klik tersebut selama beberapa waktu tertentu yang dipersyaratkan oleh penyedia PTC. Jadi member di sini cukup melakukan klik saja pada iklan yang ditentukan dan mendapatkan uang jika member tersebut melakukan klik sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh penyedia PTC. Nilai pendapatan jika member melakukan klik valid berbeda-beda tergantung dari penyedia PTC namun rata-rata tiap klik valid iklan tersebut akan memperoleh 0.01 USD.

2. PPC (pay per click)
PPC adalah metode bisnis via internet di mana member PPC akan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Advertiser dan Publisher. Advertiser adalah orang yang mengiklankan produknya via penyedia PPC. Advertiser akan membayar penyedia PPC sesuai dengan banyaknya klik yang dilakukan pengunjung pada iklannya. Besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh advertiser per klik valid berbeda-beda tergantun dari penyedia PPC tersebut. Sedangkan Publisher adalah orang yang memasang iklan yang disediakan penyedia PPC pada websitenya. Publisher ini akan mendapatkan penghasilan jika iklan yang dipasang di websitenya tersebut di klik oleh pengunjung websitenya. Jadi di sini, Publisher harus memiliki website untuk digunakan menampilkan iklan dari penyedia PPC. Besarnya pendapatan perklik ini pun berbeda-beda tergantun dari penyedia PPC tersebut. Contoh penyedia PPC adalah GoolgeAdsense, AdsenseCamp, KumpulBlogger, dan lain-lain.

3. PTR (Paid to Review)
PTR adalah metode bisnis via internet dimana member PTR akan mendapatkan bayaran jika member tersebut menulis review tentang suatu produk yang sudah ditentukan oleh penyedia PTR dan tulisan tersebut disetujui oleh penyedia PTR tersebut untuk ditampilkan di website member tersebut. Bayaran tergantung dari bagus tidaknya review dan juga tergantung dari Google PageRank, Alexa Rank, Technorati Rank, dll dari website member tersebut. Jadi di sini, member harus memiliki website terlebi dahulu dengan Google PageRank minimal 2 untuk dapat menjadi member PTR. Contoh penyedia PTR adalah SponsoredReviews, Blogsvertse, dll.

4. PTU (Paid to Upload)
PTU adalah sebuah metode bisnis via internet yang menawarkan bayaran kepada membernya jika file yang diupload oleh membernya di download oleh orang lain. Jadi sebenarnya Penyedia PTU akan menyediakan iklan di tempat file yang diupload sehingga nantinya orang yang akan mendowload file tersebut membacaiklan tersebut. Di sini penyedia PTU akan mendapatkan bayaran dari iklan dan member PTU akan mendapatkan bayaran jika file yang diupload tersebut telah didowload oleh sejumlah orang dengan total download yang dipersyaratkan oleh penyedia PTU.

5. PPS (Pay per Sale)
PPS adalah metode bisnis via internet dimana member PPS akan ikut menjualkan barang dari penyedia PPS dan kemudian jika barang tersebut laku dibeli dari hasil affiliate link yang dipasang di web member PPS maka member PPS itu akan mendapatkan bayaran persentase dari nilai harga barang tersebut. Contoh : Amazon.com dan Harunyahya store.

6. CPA (Cost per Action) atau disebut juga CPL (Cost per Lead)
CPA yaitu sebuah program bisnis di mana member akan mendapatkan bayaran jika member merekomendasikan orang lain melalui link referral yang diberikan penyelenggara kepada member untuk melakukan kegiatan di situs penyelenggara seperti mengisi formulir atau tindakan apa saja yang dilakukan pengunjung di situs penyelenggara.

7. CPM (Cost Per Mil) atau disebut juga PPT (Pay per Thousand) atau PPI (Pay per Impression)
CPM adalah program yang memberikan pendapatan fixed kepada membernya untuk 1.000 impresi iklan yang ditampilkan di website membernya. Jadi di sini tidak diperlukan klik.

Bagi rekan-rekan blogger yang berminat, silakan mencoba....

Rabu, 30 Desember 2009

Koran Tempo Media Cetak Berbahasa Terbaik

JAKARTA - Koran Tempo tahun ini kembali terpilih sebagai media cetak dengan penggunaan bahasa Indonesia terbaik. Penghargaan itu diberikan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional dalam acara puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2009, di kantor Pusat Bahasa, Rawamangun, Jakarta, kemarin. Tahun lalu penghargaan serupa juga diraih oleh koran ini.

"Koran Tempo di peringkat pertama," kata Mustakim, Kepala Bidang Pembinaan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan Nasional, kemarin. Menurut dia, Koran Tempo menyisihkan 45 media cetak berskala nasional yang masuk nominasi. Setelah Koran Tempo, peringkat berikutnya ditempati oleh Kompas, Republika, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Suara Pembaruan, Koran Jakarta, Sinar Harapan, Tribun Jabar, dan Tribun Manado.
Mustakim menjelaskan, tim dari Pusat Bahasa memberikan penilaian berdasarkan struktur kalimat, pemilihan kata, penggunaan ejaan, dan gaya pengungkapan yang disampaikan oleh masing-masing media dalam pemberitaannya. Struktur kalimat mendapat poin paling besar, kata dia, “Lantaran sistematika penulisan menentukan apakah pembaca memahami tulisan tersebut atau tidak."
Dari sejumlah poin tersebut, Mustakim menambahkan, Koran Tempo mendapat nilai terbesar, disusul Kompas, Republika, Media Indonesia, dan Pikiran Rakyat. "Penilaian memang baru sebatas surat kabar," katanya.
Pemimpin Redaksi Koran Tempo S. Malela Mahargasarie menyambut gembira penghargaan yang diberikan oleh Pusat Bahasa itu. Menurut dia, selain memberikan informasi yang penting dan menarik, media cetak wajib mengembangkan dan merawat bahasa Indonesia.
“Kami senang bahwa Koran Tempo sudah beberapa kali dinyatakan sebagai media cetak yang menggunakan bahasa Indonesia dengan baik,” katanya kemarin. “Kami sangat berterima kasih karena yang kami lakukan selama ini mendapat apresiasi dari Pusat Bahasa.” DWI RIYANTO | DWI WIYANA
Sumber: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/10/29/headline/krn.20091...

Solusi Pesan Error: Untrusted connection!

Sudah sekitar satu minggu saya sangat jengkel ketika mencoba membuka blog-ku. Blog tidak mau dibuka. Ada pesan error di layar monitor, seperti ini pesannya: Untrusted connection: This Connection is Unstrusted. Saya penasaran dan kucoba terus membukanya. Lagi-lagi pesan itu kembali muncul! Akhirnya aku mencoba browsing dan ..... mendapati apa yang aku cari. Kucermati dan segera kuterapkan.....wow...berhasil! Nah, mungkin rekan-rekan netter pernah mengalami hal serupa dan belum menemukan solusinya. Pada kesempatan ini saya coba tampilkan kembali artikel yang pernah kutemukan di blognya Mas Badru Taman Mifka. (http://manuskripkesunyian.wordpress.com). Seperti ini tulisannya.

Ketika kemarin saya mau login di blogger.com, wordpress.com, dan lainnya, browser saya malah menampilkan pesan error Untrusted connection: This Connection is Unstrusted. Awalnya saya bingung, berkali-kali saya coba, masih saja pesan menjengkelkan itu muncul, padahal malam itu saya mau pasang template bagus buat blog-latihan saya di blogger.com. Salahnya, pesan berbahasa asing itu tak saya baca dan pelajari, makanya saya close dan tidur sampai pagi dengan hati yang kesal. Esoknya saya coba lagi, eh masih tetap saja pesan itu membuat saya ingin bertengkar dengan layar monitor saya. Setelah saya baca, utak-atik, dan pelajari pesan errornya, akhirnya saya dapat solusinya.

Tampilan pesan error-nya seperti ini:

untrusted-conn2

Ternyata eh ternyata, alamat yang saya ketik terenkripsi. Solusinya sangat mudah.
1. Ketika pesan error muncul, klik I Understand the Risks.
2. Terus klik tombol Add Exception…
3. Setelah di kik, akan muncul kotak dialog Add Security Exception.
4. Klik Get Certificate, tunggu beberapa detik.
5. Kemudian klik tombol Confirm Security Exception
6. Beres deh.

Jadi, ketika membuka alamat website muncul pesan error seperti itu, artinya alamat web yang kita buka merupakan alamat https, komunikasi kita dengan situs dienkripsi, alasannya katanya untuk membantu memastikan privasi, makanya browser kita menampilkan semacam “sertifikat” untuk mengidentifikasi. Begitulah kira-kira.

Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Pemenang Lomba Blog 2009

Setelah mengamati dan menilai 383 peserta Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan. Tim juri memutuskan dan menetapkan pemenang Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan Balai Bahasa Bandung Tahun 2009 sebagai berikut.

1. Nama Peserta : Wijaya Kusumah
Alamat Blog : http://wijayalabs.wordpress.com
Alamat : Jl. Pemuda Komp. UNJ Rawamangun Jak-Tim
Pemenang : I (pertama)


Sesuai ketetapan panitia, pemenang kesatu berhak mendapat hadiah tropi dan uang tunai Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah)

2. Nama Peserta : Mahmud Jauhari Ali
Alamat Blog : http://www.mahmud-bahasasastra.co.cc
Alamat : Jalan Pemurus No. 7 RT 69, Kertak Hanyar I, Banjarmasin
Pemenang : II (kedua)

Sesuai ketetapan panitia, pemenang kedua berhak mendapat hadiah tropi dan uang tunai Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah)

3. Nama Peserta : Sawali
Alamat Blog : http://www.sawali.co.cc
Alamat : Perum BTN C-21 Langenharjo, Kendal, Jawa Tengah
Pemenang : III (ketiga)

Sesuai ketetapan panitia, pemenang ketiga berhak mendapat hadiah tropi dan uang tunai 2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah)

4. Nama Peserta : Diah Utami
Alamat Blog : http://www.bahasamania.blogspot.com
Alamat : Sukasari Indah no. 13 Pameungpeuk Kab. Bandung 4
Pemenang : Harapan I

Sesuai ketetapan panitia, pemenang Harapan I berhak mendapat hadiah tropi dan uang tunai 2.000.000,00 (dua juta rupiah)

5. Nama Peserta : Prakoso Bhairawa Putera
Alamat Blog : http://www.prakosobhairawa.blogspot.com
Alamat : PAPPIPTEK LIPI, JL GATOT SUBROTO NO 10
Pemenang : Harapan II

Sesuai ketetapan panitia, pemenang Harapan II berhak mendapat hadiah tropi dan uang tunai 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah)

6. Nama Peserta : Imron Rosidi, M.Pd
Alamat Blog : http://www.guru-umarbakri.blogspot.com
Alamat : Jalan Kedondong Raya Blok i-9/16 Perum Bugul Permai, surabaya
Pemenang : Harapan III

Sesuai ketetapan panitia, pemenang Harapan III berhak mendapat hadiah tropi dan uang tunai 1.000.000,00 (satu juta rupiah)

Keenamnya dinyatakan sebagai pemenang karena memenuhi kriteria:

1. membahas masalah kebahasaan, termasuk kesastraan walau tidak merupakan satu-satunya topik yang disajikan dalam blog;
2. menyajikan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh pembaca;
3. Memuat pemikiran, gagasan, atau tanggapan yang membuka wawasan pembaca;
4. memiliki daya tarik dengan tidak mengurangi keseriusan pembahasan;
5. menggunakan bahasa yang dapat dipahami target pembaca seluas-luasnya;
6. memberi perhatian pada masalah kebahasaan secara terus-menerus;
7. menampilkan inovasi, baik yang bersifat teknis maupun pemikiran;
8. memanfaatkan teknologi seoptimal mungkin sehingga mengarah ke multimedia (ada aspek gerak, gambar, dan suara}.

Ditetapkan di Bandung
Tanggal 12 November 2009

Tim Juri

(sumber: http://pusatbahasa.depdiknas.go.id)

Senin, 28 Desember 2009

Irradiasi: Cara Efektif dalam Pengawetan Makanan?

by Devy Nandya Utami

Bayam Organik

Bayam Organik

Makanan adalah sesuatu yang sangat esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Namun, umumnya makanan yang tersedia di alam memiliki masa penyimpanan (shelf-life) yang sempit. Sejak beratus-ratus tahun yang lalu, manusia terus berupaya untuk memproses makanan sedemikian rupa untuk memperoleh masa penyimpanan yang lebih lama. Berbagai usaha dicoba, entah itu dengan cara konvensional seperti pengeringan, pendinginan, dan penggorengan sampai kepada cara-cara yang inovatif seperti microwave heating dan food irradiation.


Sebanyak 38 negara telah mengizinkan irradiasi makanan sebagai salah satu cara untuk mengawetkan makanan; contohnya adalah Amerika Serikat, Kanada, dan Cina. Irradiasi atau ionizing radiation mengambil bentuk sinar gama dari isotop atau, yang jarang dilakukan dalam skala komersial, dari sinar-X dan elektron. Irradiasi dapat menghancurkan mikoorganime atau inhibisi dari perubahan biokimia.

Keunggulan utama dari irradiasi adalah:

  • tidak ada atau sedikit sekali proses pemanasan pada makanan sehingga hampir tidak ada perubahan dalam sensor karakteristik makanan,
  • dapat dilakukan pada makanan kemasan dan makanan beku,
  • dapat dilakukan pada makanan segar melalui satu kali operasi dan tanpa menggunakan tambahan bahan kimia,
  • hanya membutuhkan sedikit energi,
  • perubahan pada aspek nutrisi dapat dibandingkan dengan metoda pengawetan makanan lainnya, dan
  • proses otomatis terkontrol dan memiliki biaya operasi rendah.

Sinar gamma dan elektron dihilangkan dari bentuk lain radiasi dengan kemampuan ionisasinya (kemampuan memutuskan ikatan kimia saat diabsorbsi oleh material tertentu). Produk ionisasi dapat berupa electronically charged (ion) maupun netral (radikal bebas). Produk ini kemudian bereaksi dan menyebabkan perubahan pada material yang diirradiasi atau yang disebut dengan radiolisis. Reaksi inilah yang menyebabkan penghancuran mikroorganisme, serangga, dan parasit selama proses irradiasi makanan.

Dalam makanan yang memiliki kandungan air tinggi, air terionisasi oleh radiasi. Elekton dikeluarkan dari molekul-molekul air dan memutuskan ikatan kimia. Produk-produk tersebut kemudian berekombinasi membentuk hidrogen, hidrogen peroksida, hidrogen radikal, hidroksil radikal, dan hidroperoksil radikal.

reaksi

Ion-ion reaktif yang diproduksi oleh makanan irradiasi menghancurkan mikro-organisme dalam sekejap, dengan mengubah stuktur membran sel dan mempengaruhi aktivitas metabolik enzim. Namun, efek yang lebih penting adalah pada molekul deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA) dalam sel nukleus, yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan replikasi. Efek-efek rasiasi hanya dapat terlihat setelah jangka waktu tertentu, saat DNA double helix gagal dibongkar dan mikroorganisme tidak bisa direproduksi melalui pembelahan sel. Kecepatan destruksi sel individu bergantung pada kecepatan dimana ion diproduksi dan berinter-reaksi dengan DNA, dimana jumlah sel tereduksi bergantung pada dosis total radiasi yang diterima.

Singkatnya, semakin kecil dan simpel suatu organisme, maka dosis radiasi untuk menghancurkan organisme tersebut semakin tinggi. Virus sangat resistan terhadap irradiasi dan sangat sedikit terpengaruh oleh dosis yang biasa digunakan pada proses komersial. Spesies berbentuk spora (seperti Clostridium botulinum dan Bacillus cereus) dan yang mampu membetulkan DNA yang rusak dalam sekejap (seperti Deinococcus radiodurans) lebih resisten daripada sel-sel vegetatif dan bakteria non-spora. Serangga dan parasit seperti cacing pita dan trichinella membutuhkan dosis yang lebih rendah.

Alat irradiasi terdiri dari sumber isotop berenergi tinggi untuk memproduksi sinar-gamma atau, kadang-kadang, mesin sumber untuk memproduksi partikel elektron berenergi tinggi. Sumber isotop tidak bisa dimatikan, sehingga ditempatkan di dalam air di bawah area proses, untuk memungkinkan keluar masuk pekerja. Dalam operasi sumber dinaikkan, dan makanan kemasan dimasukkan pada konveyor otomatis dan dilewatkan melalui area radiasi pada jalur yang berbentuk lingkaran. Cara ini memaksimalkan proses radiasi dan memastikan perlakuan yang sama pada makanan. Sumber isotop membutuhkan materials-handling system yang lebih kompleks daripada yang dibutuhkan mesin sumber (machine sources).

Isotope Irradiation Plant: (1) irradiation chamber, (2) control room, (3) infeed conveyor, (4) outlet conveyor, (5) raw food store, (6) irradiated product store, (7) concrete shielding wall

Isotope Irradiation Plant: (1) irradiation chamber, (2) control room, (3) infeed conveyor, (4) outlet conveyor, (5) raw food store, (6) irradiated product store, (7) concrete shielding wall

Machine sources adalah akselerator elektron yang terdiri dari katoda yang dipanaskan untuk menyuplai elektron dan sebuah evacuated tube dimana elektron diakselerasi oleh medan elektrostatik voltase tinggi. Baik elektron yang digunakan langsung pada makanan atau target tertentu, material dibombardir untuk memproduksi sinar-X. Keuntungan utama dari penggunaan machine source adalah:

  • dapat dimatikan, dan
  • partikel elektron dapat diarahkan di atas kemasan makanan untuk memastikan distribusi radiasi yang lebih rata.

Penggunaan peralatan ini relatif mudah namun harga machine sources relatif mahal dan tidak efisien dalam memproduksi radiasi.

Pengawetan makanan memiliki berbagai keunggulan dan kemudahan dalam prosesnya. Namun demikian, pengawetan makanan dengan cara irradiasi juga memiliki kelemahan. Masalah utama dalam proses ini adalah:

  • proses dapat digunakan untuk mengeliminasi bakteri dalam jumlah besar sehingga dapat membuat makanan yang tidak layak makan menjadi layak jual,
  • jika mikro-organisme pembusuk dimusnahkan tetapi bakteria patogen tidak, konsumen tidak bisa melihat indikasinya dari bentuk makanan,
  • makanan akan berbahaya bagi kesehatan jika bakteri penghasil racun dimusnahkan setelah bakteri tersebut mengkontaminasi makanan,
  • kemungkinan perkembangan resistensi mikroorganisme terhadap radiasi,
  • hilangnya nilai nutrisi makanan,
  • sampai sekarang, prosedur analitik dalam mendeteksi apakah makanan telah diirradiasi belum mencukupi, dan
  • resistensi publik disebabkan oleh kekhawatiran akan pengaruh radioaktif atau alasan lain yang berhubungan dengan kekhawatiran terhadap industri nuklir.

Disadur dari:
F.J Fellow. 2000. Food Processing Technology: Principles and Technology 2nd ed. Cambridge: Woodhead Publishing Limited.

(Sumber: http://majarimagazine.com/)

Pengawetan Makanan dengan Teknik Iradiasi

Radiasi adalah tenaga dalam bentuk sinar atau partikel yang dipancarkan dari zat radioaktif. Radiasi sinar Gama atau Partikel Elektron dapat digunakan untuk mensterilkan benda tertentu karena energi radiasi yang tinggi dapat membunuh mikroba seperti bakteri, jamur (kapang), atau virus. Benda-benda yang perlu disterilkan misalnya alat-alat kedokteran, obat-obatkan, kosmetik, bahan pangan, jaringan biologi, kondom dan lain-lain. Dosis radiasi yang digunakan dalam proses sterilisasi akan tergantung kepada jenis bahan yang disterilkan, jenis mikroba, dan tingkat populasi mikroba.

Keunggulan teknik sterilisasi dengan radiasi di antaranya:

• Tidak merusak bahan yang disterilkan
• Lebih efektif karena dapat mencapai 100% steril pada dosis tinggi
• Dapat mesterilkan bahan dalam jumlah banyak untuk sekali proses radiasi
• Ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah Radiasi pengion dapat dimanfaatkan

Radiasi pengion dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan/kepentingan antara lain untuk menghambat pertunasan, menunda pematangan, disinfestasi serangga/hama gudang, dekontaminasi bakteri patogen dan mensterilkan produk dari segala bentuk cemaran mikroba. Kondisi iradiasi (dosimeter, dosis lingkungan/suhu); bahan pengemas; kondisi penyimpanan (suhu dan kelembaban ruang) sangat berpengaruh pada kualitas produk pangan iradiasi sehingga tetap aman, berkualitas dan tahan lama.


Pengawetan bahan makanan dapat dilakukan dengan cara iradiasi, radiasi yang dipaparkan pada bahan makanan tersebut akan membunuh mikroorganisme pembusuk sehingga pembusukan makanan dapat diperlambat. Tanggal 29 Desember 1987 Departemen Kesehatan RI telah memberikan izin PERMENKES No. : 826/MENKES/PER/XII/1987 untuk beberapa jenis produk bahan pangan iradiasi dan telah diperbaharuhi pada tahun 1995 yaitu PERMENKES No. : 152/MENKES/SK/II/1995 untuk dosis maksimum 10 kGy). Adapun JECFI (Joint Expert Committee on Food Irradiation) pada tahun 1980 telah merekomendasi bahwa dosis sampai 10 kGy aman untuk dikonsumsi.


Jenis komoditas bahan pangan segar dan olahan yang telah dan sedang diteliti di BATAN:

1. Makanan siap saji steril: Pepes Ikan mas, pepes ayam, kare ayam, semur ayam, rendang, daging sapi, empal daging sapi, semur daging sapi.

2. Makanan olahan/makanan ringan: dodol, bakpia.

3. Buah dan Sayuran: mangga, pepaya, tomat apel, pisang ambon, brokolli, asparagu.

(Sumber: http://www.infonuklir.com/)

Teknik Mutasi : Pengendalian Hama (Teknik Serangga Mandul=TSM)

Serangga hama hasil biakkan massal di laboratorium setelah dimandulkan dengan iradiasi gamma dan dilepas di lapangan akan bersaing kawin dengan serangga hama di lapangan. Hama jantan mandul yang kawin dengan betina lapangan tidak menghasilkan keturunan, demikian juga jantan lapangan yang kawin dengan betina mandul, apalagi jantan mandul yang kawin dengan betina mandul. Bila beberapa generasi berturut-turut dilepaskan hama mandul sembilan kali jumlah hama lapangan maka dari generasi ke generasi populasi hama akan terus menurun sampai nol.
TSM telah berhasil digunakan di berbagai negara untuk mengendalikan hama tertentu sampai musnah. TSM untuk mengendalikan lalat buah Bactrocera carambolae telah dapat dikuasai, mengingat teknik pembiakkan massal lalat buah di laboratorium dengan kapasitas produksi jutaan per minggu telah berhasil dikembangkan, dinamika populasinya di kebun telah dipelajari, demikian juga teknik mass trapping hama ini dengan metil eugenol telah dikuasai. Teknik pembiakan lalat ternak di laboratorium juga sudah dapat dikuasai, sementara pembiakan nyamuk demam berdarah mulai dipelajari.

Lalat Buah (Bactrocera carambolae)

Tanpa perlakuan khusus selagi masih di pohon, buah-buah seperti belimbing, jambu air, jambu biji, mangga bahkan cabai merah sulit terhindar dari serangan hama lalat buah. Bahkan menurut KALSHOVEN hama ini sering menyebabkan gagal panen. Menurut laporan, kerusakan pada perkebunan mangga di Jawa Timur dapat mencapai 30%. Buah yang terserang sering tampak sehat dan utuh dari luar tetapi bila dikupas di dalamnya membusuk dan mengandung larva lalat. Penyebabnya adalah hama lalat buah terutama Bactrocera carambolae. Karena gejala awalnya yang tak tampak jelas, sementara hama ini sebarannya masih terbatas di kepulauan Indonesia, lalat buah menjadi hama karantina yang ditakuti sehingga dapat menjadi penghambat ekspor buah-buahan. Sebenarnya pembrongsongan dapat mencegah serangan, akan tetapi cara ini tidak praktis untuk dilakukan pada buah di pohon yang tinggi dalam areal yang luas. Sementara penggunaan insektisida selain mencemari lingkungan juga sangat berbahaya bagi konsumen buah. Oleh karena itu diperlukan cara pengendalian yang ramah lingkungan dan cocok untuk diterapkan di areal luas seperti di perkebunan-pertkebunan mangga yang luasnya ratusan sampai ribuan hektar yang sekarang dikembangkan di beberapa propinsi seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.



Mass Trapping Lalat Buah (Bactrocera carambolae)

Lalat buah Bactrocera carambolae jantan tertarik pada senyawa metil eugenol. Perangkap berisi bahan ini dapat digunakan sebagai alat monitor populasi, namun bila sejumlah besar perangkap dipasang maka lalat buah dapat diperangkap secara massal sehingga populasinya diharapkan dapat turun. Laboratorium Hama Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) - BATAN telah berhasil membuat dispenser berisi metil eugenol beracun yang bila dipasang (10 buah perhektar) dapat digunakan untuk menekan populasi lalat buah di kebun. Dispenser ini selain lebih praktis untuk digunakan karena tidak memerlukan perangkap juga lebih awet karena dapat efektif selama lebih dari dua bulan.

(sumber: http://www.infonuklir.com/)

“Ardi” kajian ilmiah paling top “2009 Science Breakthrough of the Year” versi Science.



Publikasi majalah terbitan ilmiah Science yang disokong himpunan ilmuwan Amerika AAAS (American Association for the Advancement of Science) menetapkan “2009 Science Breakthrough of the Year” untuk riset yang naik daun di pentas utama sajian Sains untuk tahun 2009 yakni pengungkapan kajian atas fosil “Ardi” : Ardipithecus ramidus yaitu sosok nenek moyang manusia zaman purbakala yang hidup 4,4 juta tahun silam di lokasi yang sekarang termasuk dalam negeri Eithopia. Fosil “Ardi” yang pertama kali ditemukan pada tahun 1994 sebagai sampel manusia tertua dengan mengalahkan usia fosil tertua yang pernah ditemukan sebelumnya yaitu “Lucy” dengan prakiraan perbedaan yang terbentang hingga rentang periode sejuta tahun lebih tua lamanya.

Bagi kalangan ilmuwan ---tentunya yang percaya akan teori evolusi manusia berdasar rumusan Darwin--- pengungkapan kajian riset fosil hominid atau “man-like creatures” yakni ragam sosok mahluk cikal-bakal nenek moyang manusia modern masa kini, oleh karenanya “Ardi” menjadi sebuah temuan fosil terpenting demi untuk dapat menguraikan dengan tuntas perihal seluk-beluk nenek moyang sosok manusia ---yang apa boleh buat demi konsistensi akan teori evolusi Darwin--- berbagi bersama pula asal-usul nenek moyang ini dengan mahluk monyet semisal simpanse.

Berlainan dari sejumlah kasus heboh dalam riset pengungkapan penemuan fosil hominid ---semisal penemuan fosil Homo Floresiensis di Liang Bua - Flores pada tahun 2003 yang terus-menerus heboh dengan kontroversi silang pendapat bertahun-tahun kemudian diantara sesama kalangan ilmuwan--- maka riset penelitian fosil Ardipithecus dilaksanakan relatif tanpa publikasi meluas namun benar-benar memusatkan perhatian tinggi dalam proses analisa sepanjang 15 tahun lamanya dalam kerja sama lintas negara diantara 47 (empat puluh tujuh) ilmuwan dengan beragam keahlian dari setidaknya 9 (sembilan) disiplin keilmuan yang dengan seksama melaksanakan analisa atas 150,000 spesimen fosil “Ardi” berikut fosil ikutannya yang saling berkaitan yang berasal baik dari binatang maupun tanaman. Sedemikian berhati-hati jalan proses riset seperti yang dituliskan oleh Dr. Bruce Alberts sebagai Editor-in-Chief spesial untuk topik Sains.
Baru pada bulan Oktober yl untuk pertama kalinya pengungkapan lengkap yang komprehensif atas “Ardipithecus” disajikan oleh gabungan ilmuwan Internasional muncul dalam sajian 14 (empat belas) paper dalam majalah Science publikasi 2 October 2009.
Dalam sajian analisa anatomi tubuh sosok “Ardi” tidaklah serupa kera ataupun mahluk hominid layaknya “Lucy” , namun sebaliknya fosil tertua ini lebih menggambarkan sosok mahluk purbakala yang dalam hidupnya seakan bagai pemula untuk mahluk yang mulai berjalan tegak. Dalam perkembangan evolusi ini terdapat mahluk jenis hominid digolongkan sebagai mahluk primata yang muncul kemudian yaitu : Homo sapiens yang bercirikan; berjalan tegak (bipedal), kapasitas otak min 1.400 cc, berkemampuan mengembangkan perangkat untuk kegiatan sehari-hari, serta telah menggunakan bahasa komunikasi tertetu.
Memang tidak seluruh Paleoanthropologist yakin bahwa “Ardi” termasuk gol mahluk hominid yang menjadi salah satu cikal-bakal nenek moyang manusia modern masa kini. Betapa pun demikian tak ada keraguan sama sekali dari para ahli yang meyakini pentingnya penemuan fosil “Ardipithecus ramidus” sebagai temuan baru sebagai kunci penting untuk menyingkap tahapan awal evolusi nenek moyang manusia dengan tuntas.

(Sumber: http://www.iptek.net.id/)

Ludah sebagai cirian beragam petunjuk kesehatan manusia pada masa depan.

“Jangan meludah sembarangan !” adalah suatu larangan yang telah banyak dikenal umum, akan tetapi kini bagi setiap orang jangan pula sembarangan untuk memandang remeh akan daya guna ludah manusia untuk kegunaannya sebagai cirian petunjuk kesehatan.
Adalah pepatah asing “mensana in corpore sano” bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Ungkapan itu untuk kedepan agaknya dapat ditata bahasa ulang lebih disederhanakan dengan pengucapan ungkapan ; Dalam lidah yang sehat terdapat ludah yang sehat. Dan dalam ludah tersimpan beragam kegunaan yakni sebagai cirian petunjuk kesehatan bagi setiap orang.

Apabila ninik-mamak pada masa silam di tanah air dalam kehidupan sehari-hari seolah tak bosan-bosan selalu sering kali mengingatkan bahwa, kunyahlah makanan sebisa mungkin hingga minimal 33 kali agar pencernaan tubuh menjadi sehat. Petunjuk yang umumnya diabaikan setiap orang apalagi mengingat betapa anjuran demikian diberikan tanpa penjelasan apapun selain manfaat bahwa makanan yang dikunyah dalam mulut demikian lembut akan memudahkan serapan sari-sari makanan pada proses pencernaan dalam perut. Niscaya pula sebagian dari khalayak di tanah air yang sempat mengalami hidup dalam zaman ninik-mamak di atas pun ada yang mungkin menyaksikan sendiri bagaimana petunjuk bagi ibu rumah tangga untuk mengusapkan jilatan ludah dengan jari tangan apabila anak mengalami cedera memar atau luka tergores dan ternyata dapat menyembuhkan cedera dengan memuaskan bahkan dalam sejurus masa serta sekaligus mencengangkan berhubung segalanya berjalan lagi-lagi nyaris tanpa penjelasan.

Kajian ilmiah masa kinilah yang ternyata mengungkapkan bahwa dalam cairan ludah: saliva ketika muncul terangsang saat mengunyah makanan terdapat enzyme yang amat diperlukan guna melumuri makanan dan membantu proses penguraian zat esensial pokok ---karbohidrat, protein, serta lemak--- ketika dicernakan dalam lambung manusia. Ada keuntungan lain yang didapat dengan mengunyah dengan jumlah kunyahan yang cukup yakni makanan dalam mulut agak terasa manis hingga seseorang yang terbiasa mempraktekkan dapat menghindarkan diri dari rasa lapar oleh karenanya kemudian dapat menerapkan anjuran “Berhentilah makan sebelum kenyang” yang niscaya sesuai benar pula dengan anjuran perilaku dalam agama Islam yang sungguh mulia !
Penelitian ilmuwan Jepang termasuk yang pertama menyimpulkan betapa pentingnya mengutamakan perilaku mengunyah makanan yang sebaik-baiknya min 28 kunyahan guna merangsang kelenjar ludah yang mengandung enzym yang berfungsi memperlancar jalannya rangkaian proses pencernaan makanan dalam perut. Diyakini apabila hidup sehari-hari terbiasa dengan selalu melakukan mengunyah makan yang seksama akan berarti memperoleh proses pencernaan yang sempurna yang menjadi salah satu kunci terpenting hidup agar sehat terhindar dari ancaman beragam penyakit.

Adapun perihal keampuhan ludah sebagai penyembuh cedera memar atau goresan luka ditelaah dalam riset terkini ilmuwan Menno Oudhoff dkk. dari institusi riset di Negeri Belanda seperti yang dipublikasikan dalam jurnal on-line FASEB : Federation of American Societies for Experimental Biology Nov tahun yl. Suatu zat rantai protein yang dinamakan histatin berhasil diisolasikan dan teruji berdayaguna anti-bakterial yang berjalan aktif sebagai penyembuh cedera/luka. Penelitian tahap lanjut bahkan tengah dirancang untuk upaya memperbanyak histatin dalam proses rekayasa (man-made) untuk selanjutnya diproduksi berupa salep atau krim obat gosok.
Daya guna ludah dalam riset enzymeology human saliva lebih lanjut lagi oleh kalangan ilmuwan di AS yakni menjadikan cairan ludah sebagai sampel uji klinis untuk mendeteksi sejumlah penyakit kanker; kanker mulut (oral cancer), kanker perut, kanker payudara, dll.
Terdapat pula riset yang menerapkan pemeriksaan uji klinis dengan cairan ludah untuk analisa petunjuk awal sejumlah penyakit semisal HIV-AIDS, seperti riset terkini yang dilaksanakan CTN : Canadian HIV Trials Network - Kanada atau pun School of Medicine and Cancer Institute Universitas Pittsburgh - Amerika Serikat.
Dibanding dengan pemeriksaan lab kesehatan dengan sampel darah dengan perangkat jarum suntikan ataupun mencuplik sel (biopsi) untuk deteksi kanker ; maka penggunaan cairan ludah dipandang lebih menyenangkan dan tidak menyakitkan bagi pasien berhubung sifatnya yang (minimal invasive). Keuntungan lain proses sampel analisa lab di masa depan dengan sampel ludah metode saliva-based tests adalah proses yang dapat dirancang lebih sederhana ---cukup dengan cara jilatan pada secarik test kit--- dengan seperangkat peralatan lab yang akan dapat dibuat dengan biaya relatif lebih murah pula.
Walhasil ludah adalah cairan bukan sembarangan yang pada masa depan oleh kalangan ilmuwan diuraikan berperan penting sebagai cirian beragam petunjuk kesehatan manusia (biomarker) guna mendapatkan kehidupan yang sehat-wal-afiat.

(Sumber: http://www.iptek.net.id)

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design