Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Senin, 28 Desember 2009

“Ardi” kajian ilmiah paling top “2009 Science Breakthrough of the Year” versi Science.



Publikasi majalah terbitan ilmiah Science yang disokong himpunan ilmuwan Amerika AAAS (American Association for the Advancement of Science) menetapkan “2009 Science Breakthrough of the Year” untuk riset yang naik daun di pentas utama sajian Sains untuk tahun 2009 yakni pengungkapan kajian atas fosil “Ardi” : Ardipithecus ramidus yaitu sosok nenek moyang manusia zaman purbakala yang hidup 4,4 juta tahun silam di lokasi yang sekarang termasuk dalam negeri Eithopia. Fosil “Ardi” yang pertama kali ditemukan pada tahun 1994 sebagai sampel manusia tertua dengan mengalahkan usia fosil tertua yang pernah ditemukan sebelumnya yaitu “Lucy” dengan prakiraan perbedaan yang terbentang hingga rentang periode sejuta tahun lebih tua lamanya.


Bagi kalangan ilmuwan ---tentunya yang percaya akan teori evolusi manusia berdasar rumusan Darwin--- pengungkapan kajian riset fosil hominid atau “man-like creatures” yakni ragam sosok mahluk cikal-bakal nenek moyang manusia modern masa kini, oleh karenanya “Ardi” menjadi sebuah temuan fosil terpenting demi untuk dapat menguraikan dengan tuntas perihal seluk-beluk nenek moyang sosok manusia ---yang apa boleh buat demi konsistensi akan teori evolusi Darwin--- berbagi bersama pula asal-usul nenek moyang ini dengan mahluk monyet semisal simpanse.

Berlainan dari sejumlah kasus heboh dalam riset pengungkapan penemuan fosil hominid ---semisal penemuan fosil Homo Floresiensis di Liang Bua - Flores pada tahun 2003 yang terus-menerus heboh dengan kontroversi silang pendapat bertahun-tahun kemudian diantara sesama kalangan ilmuwan--- maka riset penelitian fosil Ardipithecus dilaksanakan relatif tanpa publikasi meluas namun benar-benar memusatkan perhatian tinggi dalam proses analisa sepanjang 15 tahun lamanya dalam kerja sama lintas negara diantara 47 (empat puluh tujuh) ilmuwan dengan beragam keahlian dari setidaknya 9 (sembilan) disiplin keilmuan yang dengan seksama melaksanakan analisa atas 150,000 spesimen fosil “Ardi” berikut fosil ikutannya yang saling berkaitan yang berasal baik dari binatang maupun tanaman. Sedemikian berhati-hati jalan proses riset seperti yang dituliskan oleh Dr. Bruce Alberts sebagai Editor-in-Chief spesial untuk topik Sains.
Baru pada bulan Oktober yl untuk pertama kalinya pengungkapan lengkap yang komprehensif atas “Ardipithecus” disajikan oleh gabungan ilmuwan Internasional muncul dalam sajian 14 (empat belas) paper dalam majalah Science publikasi 2 October 2009.
Dalam sajian analisa anatomi tubuh sosok “Ardi” tidaklah serupa kera ataupun mahluk hominid layaknya “Lucy” , namun sebaliknya fosil tertua ini lebih menggambarkan sosok mahluk purbakala yang dalam hidupnya seakan bagai pemula untuk mahluk yang mulai berjalan tegak. Dalam perkembangan evolusi ini terdapat mahluk jenis hominid digolongkan sebagai mahluk primata yang muncul kemudian yaitu : Homo sapiens yang bercirikan; berjalan tegak (bipedal), kapasitas otak min 1.400 cc, berkemampuan mengembangkan perangkat untuk kegiatan sehari-hari, serta telah menggunakan bahasa komunikasi tertetu.
Memang tidak seluruh Paleoanthropologist yakin bahwa “Ardi” termasuk gol mahluk hominid yang menjadi salah satu cikal-bakal nenek moyang manusia modern masa kini. Betapa pun demikian tak ada keraguan sama sekali dari para ahli yang meyakini pentingnya penemuan fosil “Ardipithecus ramidus” sebagai temuan baru sebagai kunci penting untuk menyingkap tahapan awal evolusi nenek moyang manusia dengan tuntas.

(Sumber: http://www.iptek.net.id/)

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design