Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Rabu, 16 September 2009

Mengenal Kelinci Hias

Memelihara kelinci ternyata banyak manfaatnya, selain untuk dikonsumsi dagingnya, kelinci juga banyak dipiara sebagai pet (hewan kesayangan). Untuk dikonsumsi, daging kelinci sangat menyehatkan karena rendah kolesterol dan mengandung omega-3. Juga bermanfaat mengatasi kemandulan dan sebagai obat asma.

Dalam tulisan ini tidak membahas kelinci sebagai ternak konsumsi. Namun yang dibahas dalam tulisan ini adalah kelinci sebagai hewan kesayangan. Ada beberapa jenis kelinci yang paling banyak diminati sebagai hewan kesayangan, yaitu lop, nederland dwarf, polish, angora, blanc de Hotot, Dutch, Chinchilla, Silver Martin,New Zealand White, Flemish Giant, dan Tan. Sebagai penghasil fur (bulunya), misalnya rex, angora, dan silver. Sebagai penghasil daging dan kulit, yaitu New Zealand White, caroline, Flemish, dan Chinchilla. Selain manfaat tersebut kotoran dan urine dari semua jenis kelinci dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami yang saat ini masih sangat terbatas namun sangat diminati oleh penggemar tanaman hias. Masyarakat mengenal kelinci dalam 2 kategori, yaitu kelinci potong dan kelinci hias. Beberapa jenis kelinci hias dijelaskan di bawah ini.


1. New Zealand White

Sesuai dengan namanya, jenis kelinci ini berasal dari New Zaeland dan berkembang di Amerika Serikat dan Australia. Di negeri kanguru new zaeland white menjadi buruan karena populasinya yang sangat besar sehingga dianggap sebagai hama. Kelinci ini putih mulus tanpa pigmen alias albino. Mata merah dan telinga tegak. Bulu halus, tidak tebal alias/(standar). Karena cepat tumbuh besar maka jenis kelinci ini dapat dijadikan kelinci potong pula. Berat dewasa 4,5-5 kg. Anaknya dapat mencapai 10-12 ekor.

2. Angora

Kelinci jenis angora diselimuti bulu panjang. Kelinci jenis ini juga berpotensi sebagai penghasil wol. Di Indonesia, kelinci jenis angora banyak diminati sebagai kelinci hias. Semula kelinci angora hanya berbulu putih, namun bereder kelinci menyilangkannya sehingga menghasilkan warna coklat dan coklat muda. Bulunya yang tebal membuat sosoknya tampak besar,dan sangat mempesona padahal beratnya hanya sekitar 2,7 kg. Kelinci jenis angora banyak dikembangkan di Prancis. Jumlah anak maksimal dalam satu kali melahirkan sebanyak 6-8 ekor.


3. English Angora

English angora sama dengan angora. Bulunya pun sama panjang. Namun ciri khas yang membedakan jenis ini dengan angora adalah terdapatnya bulu yang panjang menjuntai pada ujung telinganya. Sehingga terlihat sangat indah dan mempesona bagi yang melihatnya.


4. Jersey Wolly

Kelinci jenis jersey wolly mempunyai bulu panjang seperti angora, namun adanya keunikan bulu panjang yang menjuntai di antara kedua telinga seperti poni, menjadikannya berbeda dengan angora. Ukurannya pun kecil dan lincah gerakannya.



5. Lyon

Bisa Disebut lyon karena kelinci jenis ini memiliki kepala mirip singa. Saat masih kecil (sekitar umur 2-21/2 bulan), lyon mirip dengan angora. Bulu panjang merata di tubuhnya. Begitu dewasa akan semakin jelas perbedaannya. Bagian kepala dan leher bulunya panjang. Warnanya beragam antara lain putih, jitam,putih coklat dan abu-abu. Lyon termasuk kelinci jenis besar. Saat dewasa berat badannya bias mencapai 4-5 kg.

6. Dutch

Kelinci jenis ini di sebut dutch dimungkinkan karena asal-usulnya dari negeri kincir angina. Bulunya pendek dan kaya warna. Hitam putih, coklat, abu-abu atau perpaduan warna itu. Ada yang kombinasi 3 warna yang disebut tricoloured dutch alias kembang telon. Dutch memiliki cirri khas yaitu ada lingkaran putih di leher, seperti memakai kalung. Berat badan dewasa 1,5-2 kg. Anak dutch bias mencapai 7-8 ekor. Karena kaya warna dan keunikan kombinasi warna bulunya,serta kelincahannya dutch banyak diminati sebagai hewan kesayangan.

7. Nederland

Kelinci jenis ini memiliki tubuh yang mungil dan terampil. Berat badannya tidak sampai 1 kg. Kelinci ini berasal dari Belanda. Bulunya tidak tebal dan warnyanya bermacam-macam karena kelinci ini banyak disilangkan.

8. Mini Nederland Himalayan

Kelinci jenis ini termasuk ras kecil. Beratnya hanya sekitar 1 kg. Kelinci jenis ini sebenarnya merupakan resesif yang muncul dari silangan dutch. Disebut Himalayan karena ada warna hitam di ujung telinga serta warna gelap pada ujung kaki dan hidung. Anak yang lahir biasanya kurang lebih 5 ekor.

9. Drawft Hotot

Kelinci jenis ini secara fisik hampir sama dengan mini Nederland Himalayan. Namun lingkaran hitam dimatanya yang khas mirip celak membuat kelinci ini terlihat cantik dan unik. Telinga tidak begitu panjang dan tegak. Di antara kelici hias lainnya, untuk saat ini kelinci hotot termasuk yang paling mahal dan terbilang langka karena sangat sulit dijumpai.




10. Rex Carpet

Kelinci jenis rex carpet terkenal di Amerika serikat tahun 1980-an. Kelinci jenis rex berpotensi untuk diambil daging dan bulunya (fur).Warnanya pun bervariasi, antara lain biru (blue rex), hitam (black rex), bertotol (dalmatian rex/papilon rex). Kelinci putih (white rex) paling digemari. Bulunya lembut seperti beludru dan tebal yang mirip dengan karpet..

11. Lop Holland

Kelinci lop Holland mempunyai telinga panjang dan jatuh. Hidung pesek. Sedangkan French lop mempunyai telinga super panjang hingga menyentuh alas/ tanah, namun jenis ini cukup sulit hidup di Indonesia karena musim di Indonesia sangat berpengaruh sekali. Panjang tubuhnya 12-23cm. Variasi warnanya putih atau abu-abu. Mata merah atau cokelat.


12. Tan

Kelinci jenis ini lahir di Inggris, ditemukan tahun 1880 di Culland Hall dekat Braillsford (Derbyshire), masih liar dan penakut. Setelah dikembangbiakkan lahirlah kelinci dengan warna perpaduan hitam dan coklat tua, biru dan putih kebiruan (lilac). Kelinci jenis ini sangat gagah dan menarik serta masih langka di Indonesia dan masih terbilang sangat mahal harganya.


13. Holland Dwarf

Kelinci jenis ini sama dengan Nederland Dwarf asli Belanda. Ditemukan Mei 1940 yang kemudian dikembangkan oleh J.Meijerig dan C.W.Calcar.Tubuhnya mungil dan termasuk small size dan beratnya hanya 0,9 kg dengan leher pendek sehingga dijuluki lost neck rabbit, ukuran telinganya kecil.

14. Harlequin

Kelinci ini disebut Harleyquin bila ada aneka warna dalam satu individu dengan corak beraturan membentuk garis lurus, misalnya coklat, hitam,coklat tua. Di Jerman pada 1940 ada breed berwarna blue marten. Usai Perang Dunia II ditemukan silver marten warnanya putih dan cokelat. Kelinci ini dikenal sebagai English rabbit. Kelinci ini merupakan silangan flamish giant, English lop, Patagonian, angora, dutch, silver dan Himalayan. Warna dasarnya adalah pure white (putih bersih) dan ber-spot. Variasi lainnya yaitu hitam, coklat, dan free color. Spotnya terdapat diseluruh badan dan di hidung ada spot besar.

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design