Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Senin, 10 Agustus 2009

Noordin M. Top Tewas, Benarkah?

Noordin M. Top Tewas??
Tanda tanya besar, siapa teroris yang tewas dalam penyergapan aparat Densus 88 dan kepolisian, Sabtu (8 Agustus 09), di sebuah rumah di Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, belum terjawab.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri meminta masyarakat untuk bersabar siapa sebenarnya seseorang yang tewas di kamar mandi rumah tersebut. Sehingga, apakah benar jenazah tersebut merupakan gembong teroris, Noordin M Top, belum bisa dipastikan.



"Kita belum berani menyebutkan siapa yang bersangkutan. Karena apapun, kita harus mempertanggungjawabkannya secara yuridis," kata Bambang, dalam jumpa pers di Ruang Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (8/8) sore.

Kepastian identitas jenazah akan disampaikan ke publik setelah dilakukan tes DNA. Oleh karena itu, Bambang mengimbau, kepada istri ataupun anggota keluarga yang merasa jenazah itu bagian dari keluarganya, untuk melihat secara langsung.

"Setelah tes DNA dan didapatkan fakta secara forensik, kita bisa pastikan siapa ini. Tadi jenazah sudah kita bawa, sudah dilakukan konfirmasi keluarga, baru minggu berikutnya kita jelaskan," ujarnya.

Saat ditanya, keluarga siapa saja yang dikonfirmasi, Kapolri enggan menyebutkannya. "Kalau kita patut duga Noordin M Top, kita ambil dari klan keluarganya. Kalau kita patut duga siapa (yang lain), yang jelas masih ada kaitan dengan bom Marriott dan Ritz-Carlton," kata Bambang. (Banjarmasin post).


Masih Dipertanyakan

Jika memang teroris yang tewas di Temanggung kemarin Noordin M Top, Polri harus segera membukanya kepada publik. Begitu pula sebaliknya. Jika bukan Noordin, lalu siapa yang tewas itu.

"Apabila ternyata bukan Noordin M Top, polisi pun harus jujur mengatakan itu pada masyrakat. Karena sekali polisi berbohong dan ketahuan, maka habislah reputasi polisi dalam tugas dan tanggung jawab membasmi teroris," kata anggota Komisi I DPR Andreas Pareara.

Menurut politisi PDIP ini, langkah Polri yang sudah melakukan penyergapan besar-besaran kepada kelompok teroris akhir-akhir ini memang layak diapresiasi dan diacungi jempol. Namun seiring dengan itu, Polri harus segera memberikan kepastian kepada publik terkait korban yang telah ditangkap dan tewas dalam penyergapan, khususnya peryergapan di Temanggung.

"Kita patut memberi apresiasi pada Polri khususnya Densus 88, tetapi polisi juga harus segera memastikan apakah Noordin M Top atau bukan yang tewas dalam aksi di Desa Beji, Temanggung. Tunjukkan bukti-bukti yang bisa meyakinkan masyarakat bahwa korban yang tewas adalah Noordin M Top," pintanya.

Kejujuran dan keterbukaan Polri sangat dibutuhkan agar kerjasama masyarakat untuk bersama-sama membasmi terorisme dapat terus dilanjutkan. Selain itu, Dosen Universitas Padjajaran Bandung ini juga menilai, jika Polri tidak terbuka dan menyimpan kesalahan, bukan tidak mungkin reputasinya akan hancur dan tugas pemberantasan terorisme akan diambil alih pihak lain.

"Saya menduga ada keinginan dari pihak di luar Polri yang mengincar tugas prestisius memerangi terorisme di Indonesia. Oleh karena itu, Polri perlu lebih tanggap melihat hal ini," pungkasnya.(*) (Tibun Timur)

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design