Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Rabu, 12 Agustus 2009

Nanti malam, Puncak Hujan Meteor


JAKARTA, SENIN - Hujan meteor Perseids akan kembali hadir menyuguhkan kembang api alami di langit malam. Puncaknya diperkirakan akan tejadi nanti malam hingga Selasa (12/8) dini hari.

Pertunjukan hujan meteor Perseids akan dimulai sekitar pukul 23.00 WIB dekat Rasi Perseus yang terbit dari arah Timur Laut. Nama Perseids sendiri memang diambil dari rasi bintang tersebut. Komet-komet Perseids juga selalu muncul dari arah rasi tersebut yang bergerak dari arah timur laut ke barat sepanjang malam hingga pagi hari.


Meteor-meteor tersebut berasal dari serpihan debu ekor komet 109P/Swift-Tuttle yang masuk ke atmosfer Bumi. Komet yang ditemukan pertama kali pada tahun 1862 itu mengelilingi Matahari setiap 130 tahun sekali. Setiap pertengaha Agustus, Bumi melintasi orbitnya yang mengandung sisa-sisa ekornya yang ditinggalkan.

Sayang, di awal pertunjukan kali ini cahaya bulan sedang mendekati fase purnama sehingga sedikit mengganggu munculnya kilatan meteor. Pengamatan paling baik setelah pukul 02.00, Selasa (12/8) dini hari, begitu bulan tenggelam.

Pada puncaknya, rata-rata dapat terlihat antara 50-60 meteor setiap jam. Jika beruntung, pengamat yang berada di daerah yang gelap gulita dan langit cerah bahkan dapat melihat antara 90-100 meteor setiap jam.

Hujan meteor Perseids merupakan salah satu fenomena yang ditunggu-tunggu setiap tahun. Meskipun melesat lebih cepat dibandingkan meteor lainnya yakni dengan kecepatan 60 kilometer perjam, kilatan meteornya terkenal sangat terang dengan cahaya yang panjang.

Jadi jangan lewatkan momen langka yang datang setahun sekali ini. Persiapkan bekal camilan dan minuman hangat untuk menemani begadang. Menjelang tengah malam, cari lokasi yang gelap gulita dan siapkan tempat untuk berbaring yang nyaman untuk melihat langit.
(sumber: KOMPAS.com)

"Hujan" meteor Perseids kembali melanda bumi sejak akhir pekan sampai senin malam ini. Langit akan dipenuhi kelebatan meteor berukuran kecil, yang memancarkan cahaya lantaran terbakar saat bertubrukan dengan atmosfir bumi dalam kecepatan tinggi.

Ada yang menyebut fenomena tahunan ini sebagai hujan meteor. Tapi ada pula yang menyebutnya tembakan-tembakan bintang.

Namun para ahli astronomi sepakat bahwa "pertunjukan" tahun ini lebih khusus lantaran sedikitnya cahaya bulan yang dapat mengaburkan pemandangan di langit.

Perseids selalu terjadi pada pertengahan Agustus, namun terlihat selama beberapa hari. Pertunjukan akan terjadi di belahan langit sebelah timur laut di dekat konstelasi bintang Perseus. Pertunjukan meteor yang di beberapa bagian Eropa digambarkan sebagai "Air Mata Santo Lawrence" itu, dapat disaksikan tanpa teleskop.

Tahun ini, pengamatan yang paling optimal adalah pada hari kemarin malam dan dini hari ini, saat bulan tak terlihat di langit. "Bila beruntung, kita bisa menyaksikan lebih dari 100 meteor per jam pada Minggu malam dan senin pagi," kata Dr Robert Massey dari Masyarakat Astronomi Kerajaan Inggris.

Bagi yang penasaran namun tak sempat menyaksikannya, pada malam hari ini hujan meteor masih terlihat. Namun tentu saja tak sesemarak sebelumnya.

Meteor-meteor yang berkelebatan di langit berukuran tak lebih dari jari manusia dewasa. Mereka adalah fragmentasi dari "kotoran" yang ditinggalkan sebuah komet tua, Swift-Tuttle, yang orbit mendekati matahari pada masa tertentu.

Komet terbentuk sejak masa awal terbentuknya sistem tata surya, selama formasi matahari, bumi, dan planet lain. "Kotoran itu membeku di dalam chunk of cosmic ice selama 5 miliar tahun," kata Andrew Fraknoi, Kepala Program Astronomi di Foothill College di Los Altos Hills, California.

Pertunjukan langit tahun ini mendapat bonus tambahan, Planet Mars akan terlihat berwana merah terang di langit utara. (tempointeraktif.com)

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design