Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Kamis, 20 Agustus 2009

Mengenali Satwa Paling Mahal: Perkutut

Masyarakat Jawa di Indonesia telah memelihara perkutut selama berabad-abad. Bahkan pada masa lalu, burung perkutut dijadikan simbol kekayaan dan kejayaan seseorang. Penggemar burung perkutut (Inggris = Turtledove, Peacefuldove, Barred grounddove) terus bertambah setiap tahunnya, mulai dari rakyat jelata sampai kaum ningrat. Tradisi kumpul-kumpul mendengar kutut manggung sambil menikmati hidangan ala kadarnya, tampaknya masih berkembang hingga sekarang. Kebiasaan semacam itu juga yang digemari oleh raja-raja dan bangsawan tempo dulu. Namun dilihat dari potensinya, bukan mustahil kelak kekututan diterima khalayak sebagai budaya internasional.



Selain dianggap mempunyai nilai-nilai budaya adiluhung, burung magis ini juga dipercaya memiliki level yang lebih tinggi dibanding burung lainnya. Salah satunya karena kotoran dan bangkai perkutut sama sekali tidak berbau. Bangkai tersebut langsung mengering dan hancur sendiri setelah berbulan-bulan.


Dalam Biologi, burung perkutut mempunyai klasifikasi sebagai berikut.

Kingdom: Animal
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Klas : Aves
Subklas : Nearnithes
Ordo : Columbiformes
Famili : Columbidae
Subfamili : Columbinae
Genus : Geopelia
Spesies : Geopelia striata

Di seluruh dunia, tercatat 41 ordo Columbiformes (merpati-merpatian). Penyebarannya sentris, yakni hanya di Australia dan Asia Tenggara. Columbidae adalah suku yang tidak berpoligami/poliandri dalam berpasangan. Dalam satu musim pembiakan, hanya bertelur 2 butir. Ciri umumnya, burung betina jarang berbunyi dan tidak semerdu yang jantan. Suku ini mempunyai keistimewaan, di antaranya mampu menghisap air sehingga tidak perlu mengangkat kepalanya saat minum.

Marga perkutut-perkututan (Geopelia sp.) sendiri terdiri atas tiga jenis.

1. Geopelia cuneata
(perkutut Australia). Secara garis besar bulunya coklat keabuan, terdapat totol-totol putih pada sayap, dan kulit sekitar matanya berwarna merah. Panjangnya sekitar 7,6 inchi. Perkutut tutul ini berdomisili di Australia Tengah dan Utara.


2. Geopelia humeralis (perkutut besar). Punggungnya bergaris-garis kelam, dada dan leher berwarna biru keabuan, pundak dan kuduk merah tembaga, bagian bawah warnanya merah jambu, serta sayapnya bergaris coklat tua. Perkutut dengan panjang 11 inchi ini berdomisili di Australia Utara dan Timur Laut (untuk subspesies Geopelia humeralis humeralis), serta di Indonesia (untuk subspesies Geopelia humeralis gregalis).

3. Geopelia striata. Kepala dan leher biru keabuan, sekitar mata berwarna kehijauan, sayap coklat tua, dan panjangnya kurang-lebih 9 inchi. Inilah sebenarnya spesies perkutut yang biasa dilombakan. Perkutut belang ini masih banyak jenisnya, yaitu :
  • Geopelia striata clelaudi di Australia Barat;
  • Geopelia striata tranquila di Australia Tengah;
  • Geopelia striata placida di Australia Utara dan Indonesia (Irian);
  • Geopelia striata papua di Indonesia (Irian bagian selatan);
  • Geopelia striata audacis di Kepulauan Kei dan Tanimbar;
  • Geopelia striata maungeus di Indonesia (Sumba dan Sumbawa) serta Timor,
  • Geopelia striata striata di Birma Selatan sampai Filipina, dan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, serta lombok.)

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design