Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Senin, 03 Agustus 2009

Medali Emas di Olimpiade Biologi 2009 untuk Tim Indonesia


Tim Indonesia Yaolim Biong mengikuti International Biology Olympiad (Olimpiade Biologi Internasional/IBO) ke-20 yang digelar 12-18 Juli 2009 di Tsukuba, Jepang, berhasil meraih satu medali emas. Departemen Luar Negeri RI melalui siaran pers di Jakarta, Senin (20/7), menyebutkan medali emas itu disumbang Anugerah Erlaut, siswa kelas 3 SMA Kharisma Bangsa, Tangerang-Banten.



Pada event Olimpiade Biologi bertepatan dengan perayaan 200 tahun Charles Darwin dan 150 tahun publikasi “The Origin of Spesies” itu, tim Indonesia juga meraih satu Medali Perak oleh Irfan Haris siswa kelas 1 SMAN 1 Pringsewu, Lampung. Sedangkan satu Medali Perunggu diperoleh Elbert Wijaya siswa kelas 3 SMANK 1 Penabur Jakarta.

Acara IBO tahun ini diikuti oleh delegasi dari 56 negara dengan jumlah siswa 221 orang, ditambah empat negara sebagai observer. Tim Indonesia diperkuat empat orang siswa dari sejumlah sekolah di Tanah Air, selain Anugerah Erlaut, Irfan Haris dan Elbert Wijaya, juga Danang Crysnanto, siswa kelas 2 SMAN 1 Wonogiri, Jawa Tengah. Peringkat mendali selangkapnya dapat dilihat sini.

Keempat siswa didampingi Pembina Tim IBO Indonesia, yaitu Dr Agus Dana Permana, Dr Maelita R Moeis, Dr Devi Nandita Choesin, dan Dr Iriawati dari SITH ITB, Dr Sucipto Hariyanto dari Biologi UNAIR, serta Ir Gunardi Sihhatmanahadi dari Depdiknas.

Setelah pembukaan, para pembina yang bertindak sebagai Juri mulai melakukan diskusi dan penerjemahan empat set soal tes Praktikum, meliputi Anatomi Hewan dan Tumbuhan yakni Anatomi ulat sutera (Bombix mori) bunga dan buah Vigna angularis (sejenis tanaman kacang).

Kemudian Biokimia dan Biologi Molekuler yaitu penentuan aktifitas enzim asam fosfatase yang dilihat berdasarkan reaksi fosfatase dari perubahan absorbansi, karena perubahan konsentrasi yang diukur dengan spektrofotometer. Genetika berisi karakter berbagai lalat buah yang sangat sering digunakan sebagai studi Genetika, serta pigmen matanya yang dilihat dengan cara kromatografi dan analisis proteinnya dengan elktroforesis.

Sedangkan Fisiologi Sel tentang Bentuk dan jumlah sel ragi yang berproliferasi, serta mekanisme pergerakan regenerasi alga uniseluler. Seluruh tes praktikum dilakukan di Department of Biological Sciences, Universitas Tsukuba, Jepang.

Perolehan medali emas di kancah olimpiade ilmiah tingkat internasional ini, melengkapi sejumlah kemenangan yang juga pernah diraih tim Olimpiade Matematika dan Fisika. Penghargaan ini tak cuma menjadi pengalaman bagi siswa-siwa yang bersangkutan, melainkan juga melecut semangat ilmiah di lingkungan pendidikan Indonesia.

(sumber: Liputan6.c0m, http://www.tobi.or.id)

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design