Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Kamis, 30 Juli 2009

Pesona Lawang Sewu, Salah Satu Objek Wisata Kota Semarang


Melihat Kemegahan Lawang Sewu
Gedung Lawang Sewu terletak di kompleks tugu muda. Letaknya cukup strategis sehingga mudah dikunjungi oleh wisatawan. Gedung Lawang Sewu yang merupakan gedung megah bergaya art deco, pada zaman penjajahan Belanda digunakan sebagai kantor pusat kereta api ( trem ), atau lebih dikenal dengan Nederlandsch Indische Spoorweg Maschaappij ( NIS ). Menurut catatan sejarah, gedung ini dibangun pada tahun 1903 dan diresmikan pada tanggal 1 Juli 1907. Bangunan megah ini merupakan hasil karya Arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag.





Asal Mula Nama Lawang Sewu
Sebutan "Lawang Sewu" berasal dari bahasa jawa "lawang" artinya pintu dan "sewu" yang artinya "seribu ". Sangat beralasan mengapa gedung itu mendapat sebutan seperti itu, karena memang gedung itu memiliki banyak pintu. Orang Jawa bilang, karena saking banyaknya pintu sehingga disebutnya " Lawang Sewu". Itulah sebabnya masyarakat Semarang lebih mengenal gedung ini dengan sebutan Gedung Lawang Sewu. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Gedung Lawa Sewu silakan menghitung sendiri: berapakan jumlah sebenarnya pintu di gedung itu.

Gedung Lawang Sewu Saat Ini
Dalam perkembangannya, setelah kemerdekaan hingga saat ini Gedung Lawang Sewu mengalami berbagai peruntukan. Setelah kemerdekaan gedung ini digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Indonesia ( DKARI ) atau sekarang PT. Kereta Api Indonesia. Kemudian pernah juga untuk kepentingan militer, yaitu sebagai kantor KODAM IV Diponegoro ( yang kini dipusatkan di Watu Gong ), dan terakhir digunakan sebagai Kantor Wilayah Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Pada zaman orde baru, pernah terdengar isu, gedung ini akan diambil alih keluarga Cendana, untuk dijadikan hotel berbintang lima.
Saat ini gedung yang masuk dalam 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang digunakan sebagai objek wisata dengan fasilitas berupa peninggalan sejarah arsitek bangunan kuno dan antik, ada ruang bawah tanah dan menara informasi, sering pula digunakan sebagai tempat pameran dalam event tertentu.

(Sumber: http://semarang.go.id/pariwisata, http://wikimapia.org)

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design