Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Jumat, 24 Juli 2009

Kantong Semar: Tamanan Unik nan Menarik

Tanaman "Penangkap Serangga" yang Menjadi Idola
Tak hanya penampilannya yang istimewa, tanaman ini juga menyimpan potensi bisnis yang patut diperhitungkan. Bentuknya bunganya terbilang unik. Mengantong dan membulat di bagian ujung. Ada yang bilang mirip tokoh pewayangan Semar dengan perut buncitnya. Lantaran itulah, tanaman ini diberi nama kantong semar. Kantong ini sebenarnya berfungsi untuk menangkap serangga, misalnya nyamuk atau lalat. Maklum tanaman ini di habitatnya yang alami kekurangan unsur N sehingga harus mendapat asupan unsur itu dengan mencerna serangga, yang terperankap di dalam kantong.

Sekitar dua setengah tahun silam, 'demam' kantong semar mulai mewabah di Indonesia. Mulanya pada 2004 ketika sebuah majalah hobi terkemuka memopulerkan kembali tanaman ini lewat edisi akhir tahunnya. Seperti bola salju, media-media lainnya ikut mengekor.

Puncaknya pada 17 Agustus 2005, saat keelokan tanaman yang punya nama ilmiah Nepenthes spp. ini secara khusus dipamerkan di Istana Merdeka saat HUT RI ke-60. Bila akhirnya kantong semar mendapat predikat sebagai tanaman unik, agaknya ini tak berlebihan. Bentuk kantong dan corak warnanya mengandung nilai artistik tinggi. Bahkan, bersama Amorphophallus dan bunga bangkai (Raflessia), kantong semar termasuk jajaran bunga 'elite' karena disebut sebagai tanaman hias unik.



Keunikan itu pula yang membuat Abdul Kadir terpikat pada si kantong semar. ''Saya kadung jatuh hati pada bentuk kantong Nepenthes yang unik dan beragam,'' ujar pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat. Tak kurang dari 1.300 pot kantong semar dikoleksi Abdul Kadir sejak dua tahun silam. Jutaan rupiah ia habiskan untuk hobi anyarnya itu. Sebagian besar koleksinya ia perjualbelikan pula.

Sejak kecil Abdul Kadir memang telah akrab dengan tanaman yang disebut 'periuk kera' di tempat kelahirannya, di Pontianak. Ia mulai melirik kembali kantong semar saat ia kuliah di IPB. Akan tetapi, ia mulai serius mengumpulkan sekitar dua tahun silam.

Saat ini, tak kurang dari 24 jenis Nepenthes ia miliki. Sebagian besar koleksinya disimpan di penangkaran kantong semar di Pontianak. Adapula yang ditaruh di lokasi Nepenthes di Cipayung, Puncak, termasuk pula di ruang pamer Nepenthes di bilangan Slipi, Jakarta, dan rumahnya di Bogor.
Sumber: http://langitlangi.com

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design