Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Kamis, 23 Juli 2009

Babak Baru Semburan Lumpur di Sidoarjo


Semburan Lumpur Muncul Lagi di
Ds. Siring

Di Jalan Flamboyan RT 2 RW 1 Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, muncul lagi semburan lumpur pada Jumat (10/7) pukul 07.00.

Semburan tersebut menggenangi Jalan Flamboyan sehingga jalan yang kerap dipakai sebagai jalur alternatif kendaraan roda empat dan roda dua itu terpaksa ditutup.

Diduga, semburan lumpur itu akibat rekahan tanah yang semakin melebar. Sebelum mengeluarkan lumpur, semburan di titik tersebut mengeluarkan gas sejak akhir Mei 2009. Hingga saat ini semburan itu telah mengakibatkan dinding rumah salah seorang warga ambrol dan diameter genangan semburan mencapai 8 meter.


Berdasar catatan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), semburan itu merupakan yang ke-116 di luar kolam penampungan lumpur Lapindo. Kini, total titik semburan gas di Siring mencapai 33 titik.

Menurut Kepala Divisi Gas pada BPLS Dodie Irmawan, semburan lumpur ini diduga memiliki kaitan dengan semburan lumpur yang keluar di rumah Okky Andriyanto (55), warga RT 3 RW 1 Desa Siring, pada Jumat (26/6).

Posisi lokasi semburan lumpur di kedua titik tersebut nyaris sejajar pada arah selatan dan utara dengan jarak sekitar 75 meter. Kedua semburan itu juga keluar melalui rekahan tanah. "Semburan yang berada di rumah Okky keluar melalui rekahan tanah. Bahkan, rekahan tanah di sana mengarah ke utara. Saya menduga, semburan lumpur di RT 2 ini berhubungan dengan semburan di rumah Okky," ujar Dodie.

Tekstur Lumpur di Siring Barat Berbeda dengan Lumpur Lapindo
Kepala Hubungan Masyarakat BPLS, Achmad Zulkarnaen mengatakan, fenomena semburan lumpur di Siring Barat, Kecamatan Porong Sidoarjo, berbeda dengan pusat semburan lumpur lapindo.
Berdasar analisis BPLS, perbedaan semburan itu terletak pada tekstur lumpur yang keluar dari titik semburan. Lumpur yang keluar dari pusat semburan lapindo adalah lumpur lempung dan gas metan. Sementara yang keluar dari semburan di desa Siring Barat adalah air bercampur pasir, lempung, dan gas metan. "Padahal jaraknya tidak cukup jauh," terang dia.

Selain itu, debit air yang menyembur pun berbeda. Air yang keluar dari titik semburan di Siring Barat debitnya lebih besar. Semisal, semburan di RT2/RW1 dan RT3/RW1, yang dari titik semburan banyak keluar air bercampur pasir dan gas metan.

Berdasar materi itu, BPLS menyimpulkan, materi yang keluar dari pusat semburan lumpur lapindo jauh berasal dari lapisan perut bumi yang sangat dalam, hal itu teridentifikasi dari panasnya materi yang keluar. Sementara di Siring Barat berasal dari lapisan perut bumi yang lebih dangkal. "Soalnya tidak terlalu panas, dingin biasa," ujarnya.

Oleh sebab itu, BPLS berencana mengajukan sebuah penelitian khusus terhadap semburan lumpur di Siring Barat. BPLS, ingin mengetahu lebih lengkap, materi apa sebenarnya yang terkandung di bumi Siring Barat."Pasti semburan berasal dari lapisan yang berbeda, dalam waktu dekat kita akan mengajukan," kata dia.

Hal senada juga dikatakan Ahmad Khusairi. Beberapa waktu lalu, kata dia, dari titik semburan yang berada di rumah Okky Andrianto, RT3/RW1 Desa Siring Barat sempat keluar materi kayu. Nah, menurut dia, fenomena itu menunjukkan kalau semburan itu dari lapisan dangkal."Kita curiga dulunya kawasan itu adalah rawa," kata dia.
(Sumber: kompas.com; Tempointeraktif.com)

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design