Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Jumat, 24 Oktober 2008

Apakah Anda Mengalami Gejala Batu Empedu?

Batu Empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis.

Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita dan faktor resikonya adalah :
- usia lanjut
- kegemukan (obesitas)
- diet tinggi lemak
- faktor keturunan.

Komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium.
Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan diluar empedu.

Sebagian besar batu empedu terbentuk di dalam kandung empedu dan sebagian besar batu di dalam saluran empedu berasal dari kandung empedu.
Batu empedu bisa terbentuk di dalam saluran empedu jika empedu mengalami aliran balik karena adanya penyempitan saluran atau setelah dilakukan pengangkatan kandung empedu.

Batu empedu di dalam saluran empedu bisa mengakibatkan infeksi hebat saluran empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis) atau infeksi hati.
Jika saluran empedu tersumbat, maka bakteri akan tumbuh dan dengan segera menimbulkan infeksi di dalam saluran. Bakteri bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh lainnya. (Sumber: http://www.medicastore.com)


Bagaimana jika terjadi sumbatan pada saluaran empedu?
Saat batu empedu masuk ke dalam saluran empedu dan mengakibatkan sumbatan, tekanan pada kandung empedu akan meningkat dan akan timbul beberapa macam gejala. Gejala yang timbul karena penyumbatan saluran empedu sering disebut "kolik" kandung empedu karena gejala tersebut terjadi secara tiba-tiba. "Kolik" batu empedu seringkali terjadi setelah makan makanan berlemak, dan biasanya timbul di malam hari. Kolik tersebut ditandai :
1. Nyeri pada perut kanan atas yang semakin meningkat dan sembuh dalam 30 menit atau beberapa jam.
2. Nyeri punggung di daerah antara bahu.
3. Nyeri di bawah bahu kanan
Berkonsultasilah dengan dokter anda jika anda merasa anda mengalami kolik kandung empedu. Kolik biasanya disertai oleh infeksi atau bahkan robekan kandung empedu.
Penderita yang merasakan beberapa gejala berikut harus segera berobat ke dokter :
1. Nyeri yang berkepanjangan – lebih dari 5 jam
2. Mual dan muntah
3. Demam atau menggigil
4. Kulit atau mata berwarna kekuningan
5. Tinja berwarna seperti tanah liat
Beberapa penderita batu empedu tidak menunjukkan gejala penyakit. Keadaan ini disebut "batu diam (silent stones)". Penyakit ini tidak mengganggu fungsi kandung empedu, hati, atau pankreas, sehingga tidak membutuhkan pengobatan. (Sumber: http://www.wartamedika.com)

Bagaimana Mengobati Batu Empedu?

1. Melalui Tindakan Medis
Penderita batu empedu kini sudah bisa melakukan pengobatan menggunakan teknik endoskopi. Teknik ini memungkinkan mengeluarkan batu empedu tanpa harus melakukan pembedahan seperti cara sebelumnya dan meminimalisasi biaya perawatan.

Cairan batu empedu yang dikeluarkan kemudian bisa dibuang melalui lambung dan keluar bersama dengan kotoran makanan lainnya. Cara ini dinilai lebih aman dan efektif terutama untuk penderita yang berusia lanjut.

Prof LA Lesmana dari Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) belum lama ini menyebutkan, metode endoskopi ini sebenarnya sudah banyak dilakukan untuk menggantikan operasi-operasi pembedahan. Hanya saja belum semua penyakit dalam dapat diobati dengan teknik ini.

Umumnya teknik ini dilakukan untuk mengobati penyakit dalam yang masih berdekatan dengan lambung. Teknik endoscopi pada batu empedu bisa dilakukan dengan memasukan selang melalui rongga mulut hingga ke dalam lambung.

Lambung kemudian disobek sedikit sebagai jalan selang menuju tempat yang menjadi sasaran. Setelah itu selang yang juga berfungsi sebagai penyedot itu akan mengeluarkan cairan batu empedu.

"Untuk kasus penderita lanut usia atau ada komplikasi lainnya, teknik ini sangat efektif. Biaya perawatan pun akan bisa ditekan dan tidak jauh berbeda dengan biaya cara lainnya," ujarnya.

Berkaitan dengan penyakit batu empedu atau tumor di sekitar hati, Lesmana menyebutkan saat ini di Indonesia ada kecenderungan kenaikan penderita batu ginjal. Hal ini terjadi disebabkan karena adanya perubahan pola makan. "Dugaan kuat kami adalah semakin banyak orang yang makan makanan junk food. Hal ini dengan sendirinya akan berdampak pada fungsi-fungsi organ dalam tubuh," jelasnya.

Di Indonesia masih banyak kasus batu empedu yang cairannya berwarna kuning, sementara untuk kasus di negara maju umumnya cairan batu empedu yang ditemukan tidak berwarna. "Umumnya mereka seperti minyak, karena kebanyakan lemak," ujarnya.

Diakui, penerapan teknik endoscope ini juga tetap mengandung risiko, terutama risiko infeksi. Menurut Lesmana hal ini bisa diminimalkan dengan kecermatan dokter yang melakukan teknik ini.

Sebelumnya teknik endoscopi pada seroang penderita batu empedu di demonstrasikan di RS Husada, Jumat (23/2). Demontrasi endoscopi yang dilakukan terhadap pasien batu empedu itu berhasil mengeluarkan cairan dalam waktu kurang dari dua jam saja.

2. Secara Non-Medis
oleh Dr Lai Chiu-Nan
Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr. Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga. Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.
Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker. “Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama” kata Dr.Chiu-Nan.
“Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya.
Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu. Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut (’nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal.”
Bila Anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr. Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.
Tata-cara pengobatannya sebagai berikut.
1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.
2. Pada hari ke-enam jangan makan malam. Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh “Epsom salt” (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat. Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu. Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya untuk melumasi batu-batu untuk melancarkan keluarnya batu empedu.
Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. “Batu-batu ini biasanya mengambang,” menurut Dr. Chiu-Nan. “Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.
Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.

Mau Baca Yang Lain?



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design