Selamat menikmati informasi dari INFO PLUS

Rabu, 17 Juli 2013

Tips Latihan Beban Saat Berpuasa

Apakah Anda pecandu fitness atau angkat beban? Bagi penggemar fitness atau siapa saja sempatkan berolah raga meski sedang berpuasa. Selain menjaga tubuh agar tidak lekas capek, berolah raga atau melakukan aktivitas fisik saat berpuasa dapat menjaga metabolisme tubuh tetap tinggi. Olah raga ringan juga membantu menahan lapar karena sistem andrenergik bertahan tinggi sehingga menekan produksi asam lambung. Saat berpuasa olah raga tetap penting, tetapi tidak boleh berlebihan. Berikut ini tips latihan beban/berolah raga saat berpuasa.
Saat berpuasa gunakan beban ringan dengan repetisi 15

1.  Jangan menggunakan momen puasa untuk menurunkan intensitas latihan Anda. Lakukan saja semaksimal kemampua Anda karena kemampuan Anda mungkin menurun dibanding hari-hari biasa saat tidak berpuasa.
2. Lebih disarankan latihan beban untuk menjaga (maintenance) massa otot selama berpuasa daripada untuk membentuk otot (muscle building) maupun penurunan berat badan (fat loss). Disarankan latihan beban cukup 30-45 menit untuk menjaga massa otot.
3. Latihan angkat beban dilakukan minimal 3 jam setelah makan besar untuk memberi kesempatan tubuh mencerna makanan dan menyediakan energi. Jadi, jika makan besar sesaat setelah solat magrib, latihan beban dilakukan setelah solat tarawih.
4. Lakukan latihan ringan beberapa saat menjelang berbuka puasa, misalnya 30 menit sebelum berbuka, kemudian disusul latihan angkat beban pada malam hari setelah tarawih. Latihan ringan sebelum berbuka akan membakar lebih banyak cadangan lemak tubuh. 
5. Setengah jam sebelum berbuka, lakukan latihan kardio intensitas ringan-sedang. Jangan takut kehabisan energi karena selama tubuh kita masih punya lemak, kita tidak akan kehabisan energi.
6. Lakukan latihan beban selama 30-45 menit setelah solat tarawih. Sesuaikan beban dengan kemampuan fisik. Gunakan beban yang mampu dilakukan hingga 15 repitisi dengan empat kali ulangan (4 set).
7. Jika sudah terlalu malam, jangan memaksakan berangkat ngegym, Anda bisa latihan sendiri di rumah dengan beban tubuh sendiri, seperti split squat, supoorted chruch, back extension, close-grip push up, parallel bar dip, serta latihan-latihan addominal seperti curl-up, scissor kick, dan side jackknife.
(sumber: sportindo.com)

Tips Berbuka Puasa

Puasa merupakan suatu kesempatan bagi manusia untuk memperbaiki diri, baik secara jasmani maupun rohani. Pada bulan Ramadhan, ruhani kita dituntut untuk mendapatkan asupan nutrisi melalui berbagai aktivitas keagamaan yang kita jalankan, seperti sholat tarawih (sholat malam), membaca quran, berinfak/bersodakoh, dan berpuasa itu sendiri. Tujuan akhir puasa adalah meraih ketakwaan. Adapun jasmani kita, terutama organ-organ pencernaan mengalami "tune up" setelah bekerja selama 12 bulan. 

Sehubungan dengan kondisi "tune up" ini, mestinya kita juga harus mensupport agar "tune up" berlangsung dan berhasil dengan baik. Bagaimana kita mensupport kondisi tubuh kita yang sedang mengalami "tune up"? Ada dua hal yang dapat kita lakukan yaitu mengatur menu atau pola makan ketika berbuka dan makan sahur. Pola  makan pada dua kesempatan itu harus diperhatikan agar "tune up" berhasil dengan optimal. Nah, kali ini akan saya sampaikan beberapa tip menyehatkan ketika berbuka puasa.
Kurma dan air putih menu sehat saat berbuka


1. Ketika awal berbuka, jangan langsung menyantap hidangan dalam porsi besar. Hidangan porsi besar disarankan setelah kita menjalankan solat maghrib. Menyantap makanan terlalu banyak (makan besar) dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman di lambung dan mengganggu pencernaan.
2. Hindari makan/minum yang manis dengan angka glikemik sangat tinggi (misal teh manis atau susu manis) saat awal berbuka puasa. Makan manis saat kondisi perut kosong dapat memicu respons insulin yang tinggi sehingga bereaksi menyimpan makanan sebagai lemak.
3. Awaki berbuka puasa dengan minum air putih dan buah kurma atau buah secukupnya. Setelah solat magrib baru makan besar kaya karbohidrat  kompleks (seperti nasi beras merah, roti gandum utuh, ubi, dan kacang-kacangan),  protein (dada ayam, daging, tempe, dan susu rendah lemak), dan sayur-sayuran.
4. Hindari minuman dingan, bersoda, atau yang dicampur dengan es saat berbuka. Es bersifat menyerap energi, padahal tujuan kita berbuka untuk mendapatkan energi sehingga yang kita dapatkan perut penuh cairan, tetapi tubuh kita menjadi lemas. Adapun minuman bersoda hanya membuat kita rasa kenyang tanpa gizi dan menganggu pencernaan karena minuman bersoda keasamannya rendah.

Bagimana dengan pola makan sahur? Kita juga harus mengatur pola makan sahur agar tubuh sehat sekaligus dapat menjalankan puasa tanpa tubuh terasa lemas.
1. Saat sahur, konsumsilah makanan berkadar lemak rendah, tinggi karbohidrat ( nasi beras merah, roti gandum utuh, ubi, oatmeal), protein yang cukup (ikan, ayam, daging, telur),  dan makanan kaya serat dan lamban cerna (sayur-sayuran dan buah-buahan) untuk menopang kebutuhan kalori saat berpuasa.
2. Hindari minum kopi atau teh karena bersifat diuretik pada saat sahur karena membuat kita sering buang air kecil. Akibatnya tubuh kita kekurangan air. Susu rendah lemak dapat menjadi alternatif minuman yang menyehatkan saat sahur.
3. Hindari makanan berkadar garam tinggi, MSG, atau terlalu pedas. Makanan berkadar garam tinggi dan menggunakan MSG berlebihan mengakibatkan kita cepat haus atau tenggorokan kering. Adapun makanan pedas dapat mengganggu pencernaan.
 4. Jangan pernah melewatkan makan sahur karena selain mengandung berkah juga membantu tubuh tetap fit sepanjang hari. Sebaiknya lakukan makan sahur setengah jam sebelum imsak agar makanan dapat bertahan lama di saluran pencernaan.
5. Jangan sahur terlalu awal lalu tidur sebelum imsak karena mengakibatkan penimbunan lemak, tetapi tanpa aktivitas fisik. Selain itu akan cepat merasa lapar, menjadi tidak berenergi, dan cepat mengantuk pada siang hari.

Itulah beberapa tip berbuka dan makan sahur yang dapat mensupport proses "tune up"  pada tubuh kita. Semoga bermanfaat.  

(Sumber: sportindo.com)

Senin, 28 Januari 2013

Rafi Ahmad: Digerebek Saat Pesta Narkoba

Image bahwa dunia selebritis erat dengan narkoba tampaknya semakin melekat. Sederetan selebritis yang pernah terlibat kasus narkoba semakin banyak, baik selebretis yunior maupun senior. Apakah memang sudah menjadi kebiasaan para selebritis mengonsumsi narkoba? Benar dan tidaknya masih memerlukan penelitian lebih mendalam.

Rafi Ahmad, siapa yang tidak kenal dengan artis ganteng ini, yang pernah menjadi pacar artis imut Yuni Shara, minggu pagi (27/01/13) digerebek petugas BNN. Saat digerebek, Rafi dengan beberapa rekannya diduga sedang pesta narkoba. Menurut beberapa sumber, setidaknya ada 17 orang yang digelandang BNN untuk diperiksa, empat di antaranya artis terkenal, yaitu Rafi Ahmad, Wanda Hamida, Irwansyah, dan Saskia Sungkar.

Dalam penggerebekan di rumah Rafi Ahmad, di Lebak Bulus tersebut, di temukan  2 linting ganja dan 4 pil ekstasi. Semua barang haram itu ditemukan di kamar Rafi Ahmad. Kedua jenis barang bukti itu kini diamankan petugas BNN.

Dalam konferensi pers semalam (28/01), Kahumas BNN Kombes Sumirat menyatakan bahwa ada lima tersangka yang positif mengonsumsi narkoba. Perinciannya, 2 orang positif menggunakan ganja, 2 orang postif menggunakan ekstasi, dan 1 orang postif mengonsumsi kedua-duannya. Ketika ditanya wartawan mengenai inisial tersangka yang positif menggunakan narkoba, Kombes Sumirat enggan mengungkapkan dengan alasan penyelidikan belum selesai.

Jumat, 11 Januari 2013

Moh. Nuh: Kurikulum 2013 Belum Final

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menegaskan bahwa kurikulum 2013 yang dipaparkannya dalam Rapat Kerja dengan Komisi Pendidikaan DPR, Kamis (10/1) malam belum final. Terungkap pula dalam rapat tersebut, bahwa banyak pihak yang menolak pemberlakuan kurikulum 2013 (lihat di sini). Hal ini bertolak belakang dengan pengakuan Pak Menteri bahwa tidak ada penolakan tentang pemberlakuan kurikulum 2013.

Hal ini ditegaskannya menjawab pertanyaan sejumlah anggota Komisi X yang bertubi-tubi mencecar dirinya dengan pertanyaan tentang wujud utuh kurikulum 2013. Termasuk menjawab tudingan wakil rakyat yang menyebut kurikulum baru tersebut tanpa grand design.

Dalam rapat itu juga terdapat perbedaan pendapat tentang grand design kurikulum 2013 antara DPR dengan Mendikbud. Menurut DPR grand desain itu bukan seperti yang dipaparkan Nuh yang hanya berisi asumsi-asumsi.

Sementara Nuh menilai itulah grand design kurikulum 2013. Walaupun diakuinya kerangka dasar itu masih belum final dan bisa dilihat secara utuh oleh DPR maupun publik. Itu juga alasan dia mengapa kurikulum bisa bisa disosialisasikan.

"Kami memang belum lakukan sosialisasi kurikulum 2013 karena memang belum rampung. Yang kami uji publik itu kerangka dasar. Setelah selesai akan didetilkan sampai ke silabus. Maka setelah rampung baru disampaikan, ini loh kurikulum baru dan siap disosialisaikan," papar Mendikbud di depan Raker Komisi X yang dipimpin Utut Adianto.

Begitu juga soal kesiapan guru, Menteri asal Jawa Timur itu tegas mengatakan bahwa guru-guru yang akan menjalankan kurikulum memang belum disiapkan. Namun itu bukan berarti tidak siap, karena itulah yang akan disiapkan.

"Pelatihan guru kalau pertanyaannya belum siap, memang belum siap. Karena memang belum disiapkan. Habis ini kita siapkan. Maka dalam 5 bulan ke depan akan kami siapkan guru," jelasnya meyakinkan DPR.(Fat/jpnn)


(Sumber: JPNN.com)

Roy Suryo Menuju Menpora Baru

Ke Istana, Roy Suryo Diminta Benerin Komputer
Semenjak Andi Mallarangeng mundur sebagai Menpora akibat terjerat kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, jabatan Menpora diisi oleh Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono. Wacana pengganti Menpora pun bergulir santer, terutama di kalangan politisa papan atas. Ada beberapa nama yang sempat muncul di antaranya Ramadhan Pohan dan Khatibul Umam Wiranu serta Roy Suryo. Dari ketiga nama yang sempat mencuat, tampaknya Roy Suryo mempunyai peluang paling besar untuk menduduki kursi Menpora, menggantikan Andi Mallarangeng. Benarkan Roy Suryo telah mendapat restu dari Presiden SBY?

Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, memastikan bahwa posisi Menpora ditempati Roy Suryo.
"Ya, saya dengar begitu. Sudah definitif. Langsung ditunjuk dari pak SBY," ujar Mubarok.

Politisi Partai Demokrat Roy Suryo mengaku dirinya sudah ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pengakuan Roy itu disampaikan seusai bertemu dengan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/1/2013). 

Roy mengatakan, ia sudah menjalani fit and proper test oleh Presiden pagi tadi. Fit and proper test dimulai pukul 09.00 WIB. Menurut dia, ikut hadir Wakil Presiden Boediono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
"Tadi sudah disampaikan bahwa Presiden sudah tunjuk saya. Selanjutnya akan dilantik. Saya belum tahu kapan dilantiknya, diminta siap-siap," kata Roy,  seusai bertemu Presiden.
Menurut Roy, ia sudah mendapatkan izin dari Presiden untuk menyampaikan keputusan ini kepada media. Dalam kunjungannya ke istana pagi ini, Roy datang seorang diri dengan membawa satu map. Dia keluar sekitar pukul 10.00 WIB. 

Kepastian tentang siapa pengganti Andi Mallarangeng atau sebagai Menpora yang baru,  akan disampaikan ke publik setelah solat Jumat (11/01), demikian kutipan dari Sektertaris Kabinet Dipo Alam.


(Sumber: Kompas.com)

Mengapa RSBI Dibubarkan?


Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan uji materi Pasal 50 ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Pasal 50 ayat 3 dari UU Sisdiknas berbunyi: Pemerintah dan/pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. Putusan tersebut terkait dengan penghapusan RSBI di Indonesia.

Ketua MK Mahfud MD menyatakan, Pasal 50 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Dengan dibatalkannya pasal tersebut, maka RSBI harus dibubarkan.

"RSBI yang ada kembali menjadi sekolah biasa. Pungutan yang sebelumnya ada di RSBI juga harus dibatalkan," kata Mahfud.

Dikatakan Mahfud, dengan adanya RSBI membuka potensi lahirnya diskriminasi dan menyebabkan terjadinya kastanisasi (penggolongan) dalam bidang pendidikan. Karena selama ini hanya siswa dari keluarga mampu saja yang bisa bersekolah di RSBI.

Selain itu, penekanan bahasa Inggris bagi siswa di sekolah RSBI dianggap sebagai pengkhianatan terhadap Sumpah Pemuda tahun 1928 yang menyatakan berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia. Oleh karena itu, seluruh sekolah di Indonesia harus menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia. (*)


Putusan MK dengan  membubarkan RSBI disambut gembira oleh beberapa kalangan, terutama mereka yang peka terhadap pendidikan nasional.
 "Dengan RSBI, lalu bagaimana nasib anak-anak di pedalaman atau mereka yang berada di sekolah-sekolah yang tidak memungkinkan memiliki layanan pendidikan seperti itu?" kata Ketua Dewan Pendidikan DI Yogyakarta Prof Wuryadi, Rabu (9/1/2013), di Yogyakarta.
Dengan mematok standar tertentu, otomatis RSBI tidak akan pernah menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Padahal, tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan berbangsa, meningkatkan kesejahteraan umum, dan ikut serta melaksanakan perdamaian abadi yang adil dan makmur.

"Cita-cita RSBI jauh dari cita-cita pendidikan bangsa kita sejak awal yang peduli dengan tanah air dan kesejahteraan umum. Dengan RSBI, layanan pendidikan hanya baik untuk mereka yang memiliki kemampuan, sementara yang tidak mampu tak dilayani," ujarnya.
Menurut Wuryadi, konsep RSBI juga merendahkan keutamaan pendidikan dalam negeri. Dengan menyebut standar internasional, seolah-olah pendidikan dalam negeri lebih rendah dan hanya sekolah bertaraf internasional yang berkualitas. Padahal, bangsa Indonesia juga memiliki modal-modal konsep pendidikan lokal yang berkualitas.

"Keputusan MK mengingatkan kita agar kembali kepada apa yang kita miliki. Selama ini kita sudah terbius dengan model-model pendidikan luar negeri. Berbagai kebijakan pemerintah pun juga lebih melayani kepentingan-kepentingan asing," tambahnya.
Bagi Wuryadi, kualitas pendidikan menjadi salah satu penentu daya saing. Apabila kualitas pendidikan benar-benar dijaga, maka otomatis daya saing akan muncul tanpa harus meniru standar pendidikan internasional.

Wuryadi mengusulkan, pendidikan di Indonesia perlu menerapkan konsep pendidikan yang adil dengan memanfaatkan modal dan potensi dalam negeri.
Sebelumnya, Selasa kemarin, Ketua MK Mahfud MD mengabulkan permohonan para pemohon uji materiil yang terdiri dari orang tua siswa yang anaknya bersekolah di RSBI, aktivis pendidikan, guru, dosen, dan lembaga swadaya masyarakat terhadap pasal 50 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Keberadaan RSBI dinilah telah mengabaikan tanggung jawab negara untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi semua warga negara. 

Meski banyak yang mendukung terhadap pembubaran RSBI, ada sebagian yang  menolak, salah satu penolakan itu berasal dari Walikota Surabaya Tri Rismaharani. Alasan yang dikemukankan Risma adalah RSBI telah menjadi ikon kota Surabaya. Selain itu, kota Surabaya telah melakasanakan RSBI lebih dari 10 tahun. Adakah alasan lain dari Ibu Risma menolak membubarkan RSBI di Surabaya, baca selangkapnya di sini.
 (Sumber: jogja.tribunnews.com dan kompas.com)

Senin, 07 Januari 2013

Kurikulum 2013: Ada banyak kerancuan

Oleh Mohammad Abduhzen
KOMPAS.com - Meskipun pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengaku bahwa penyusunan Kurikulum 2013 dimulai 2010, tetapi kegiatan itu marak setelah lontaran ide Boediono tentang relevansi dan beban pelajaran di sekolah kita.

Menurut Wakil Presiden Boediono, tersebab konsepsi substansi pendidikan yang sampai saat ini tak jelas, timbullah kecenderungan memasukkan segala yang dianggap penting ke dalam kurikulum. Akibatnya, terjadilah beban berlebihan pada anak didik, tetapi tak jelas apakah anak mendapatkan sesuatu yang seharusnya dari pendidikannya. Sudah waktunya, tegas Boediono, memikirkan apa yang seyogianya diajarkan agar manusia Indonesia mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsanya (Kompas, 29/8/2012).

Tak mudah menentukan apa yang selayaknya diajarkan di sekolah agar relevan dengan kebutuhan bangsa, apalagi untuk mengantisipasi perkembangan masa depan yang gaib. Menyusun kurikulum mengharuskan kita mengobyektivikasi dasar-dasar normatif kebangsaan dan pendidikan dengan memperhitungkan segenap potensi dan situasi yang senantiasa berubah. Kebermaknaan sebuah kurikulum justru terletak pada kecermatan logis menghubungkan antara hal-hal prinsipiil dengan hal-hal riil itu, kemudian mengkristalisasikannya pada mata pelajaran. Tanpa kesungguhan, perubahan kurikulum hanya mengutak-atik apa yang ada dengan dibumbui pengantar yang muluk.

Kurikulum 2013, selain dirumuskan tergopoh, sepertinya juga disusun atas dasar substansi pendidikan yang tetap tak jelas sehingga rujukan utamanya hanyalah pikiran pemerintah (baca: Kemdikbud) yang telah terobsesi gagasan keren, tetapi mengambang, yaitu pendidikan karakter dan daya saing. Alhasil, produknya tidak menunjukkan suatu koherensi yang utuh.

Ketakseimbangan orientasi


Dalam banyak kesempatan, Mendikbud dan jajarannya menyatakan bahwa perubahan ini perlu dilakukan untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah agar anak-anak mampu bersaing pada masa depan. Namun, dari enam mata pelajaran sekolah dasar yang ditetapkan menunjukkan ketakseimbangan antara mata pelajaran yang berorientasi pada masa lampau, yang lebih menekankan pada pewarisan nilai-nilai, dan mata pelajaran yang membentuk pola pikir murid untuk menghadapi masa depan yang sarat dengan nalar dan konsep saintifik.

Mata pelajaran Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta Bahasa Indonesia selain mengawetkan ”pusaka” bangsa, bersama Matematika adalah rumpun pengetahuan yang bersifat deduktif yang menuntun berpikir aksiomatis apriori dari dalil-dalil yang umum. Sementara sains (seperti IPA dan IPS) adalah pengetahuan ”ilmiah” yang terbentuk dari model berpikir induktif aposteriori, bertolak dari fakta-fakta empirik yang partikular. Ketakseimbangan ini akan memengaruhi alur dan kekuatan berpikir serta nalar kritis anak.

Bangsa Indonesia yang masih diliputi alam pikiran mitis dan mistis kiranya perlu pendidikan yang menumbuhkan budaya menalar secara saintifik sejak dini. Oleh sebab itu, mata pelajaran sains (IPA dan IPS) di SD, khususnya di kelas lanjut, seharusnya berdiri sendiri, tak diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain. Sementara pada kelas I-III SD semua materi dan nilai-nilai mata pelajaran cukup disampaikan dalam tiga mata pelajaran: Membaca, Menulis, dan Berhitung.

Pengintegrasian IPA dan IPS semakin menampakkan kerancuan ketika Mendikbud menyatakan—dalam pidato peringatan Hari Guru Nasional 2012—bahwa Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan berbasis sains, yaitu mendorong siswa agar mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengomunikasikan (mempresentasikan) dengan obyek pembelajaran fenomena alam, sosial, seni, dan budaya. Bagaimana logikanya, sesuatu (sains) yang dicantolkan dapat menjadi basis?

Ekstrakurikuler wajib

Daripada mengimplisitkan sains (IPA dan IPS) ke mata pelajaran lain, akan lebih baik jika mengeluarkan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) dan Seni Budaya, kemudian menjadikannya sebagai ekstrakurikuler wajib. Dua mata pelajaran ini (juga keterampilan) tak jelas tujuan institusional dan kurikulernya sehingga perlu dirumuskan kembali.

Misalnya, tujuan penjaskes/olahraga di sekolah umum? Apakah agar murid sehat, segar, dan mengapresiasi kesehatan atau supaya jadi olahragawan, atau pengamat olahraga? Faktanya, para olahragawan ulung kita, seumpama Rudy Hartono, Bambang Pamungkas, Chris John, tidak mendapatkan kemahirannya dari sekolah. Bila tujuan pendidikan olahraga agar murid segar dan sehat, cukuplah kepada mereka diberikan senam pagi dan bermain- main seperlunya ketika waktu istirahat, tak perlu semua murid mendapatkan penjaskes yang seragam.

Seharusnya setiap murid mendapatkan penjaskes dan seni budaya sesuai bakat dan minat yang mereka miliki, karena itu tak layak diberikan secara klasikal. Pendidikan olahraga dan seni budaya di sekolah mestinya berkelindan dengan strategi pembangunan keolahragaan dan kebudayaan (punyakah strategi itu?). Pemerintah/pemerintah daerah bersama sekolah bersinergi memfasilitasi berbagai kebutuhan sehingga, misalnya, pada setiap kecamatan atau kelurahan terdapat minimal satu lapangan bola kaki, kolam renang, sanggar/gedung kesenian standar yang dapat dipergunakan oleh masyarakat dan sekolah sekitar. Sekolah dan guru penjaskes serta kesenian mengoordinasi dan bertanggung jawab atas terselenggaranya berbagai program dan kegiatan ekstrakurikuer tersebut. Dengan demikian, aktivitas olahraga dan seni budaya akan berakar, bertumbuh, dan berkembang dalam masyarakat secara terarah.

Dengan masuk kurikulum, semua murid dipaksa dapat materi dan kegiatan penjaskes, kesenian, dan keterampilan seragam. Sementara itu, karena keterbatasan fasilitas dan kemampuan guru, pembelajaran pun menjadi teoretis. Sejak kelas I SD, murid lebih banyak membaca, mencatat, dan menghafal, kemudian diuji tentang berbagai definisi seperti ”berenang gaya kupu-kupu” tanpa berenang dan bermacam teori musik tanpa bernyanyi.

Menghadapi Kurikulum 2013 tak perlu antusiasme tinggi karena tak menjanjikan banyak kemajuan seperti diharapkan Boediono. Bahkan dengan mengetengahkan konsep pembelajaran tematik dan intergratif bukan saja akan makin merumitkan para guru, yang juga harus mengejar target UN, tetapi juga memperluas kemungkinkan beberapa nilai pokok dan penting dari mata pelajaran terbengkalai.

Kegaduhan Kurikulum 2013 segera lindap seiring berlalunya tahun anggaran dan—seperti biasanya—para guru akan melanjutkan saja yang lama meski dengan merek baru.


Mohammad Abduhzen Direktur Eksekutif Institute for Education Reform Universitas Paramadina, Jakarta; Ketua Litbang PB PGRI

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design